Ukraina Sebut Pasukan Rusia Sudah Angkat Kaki dari PLTN Chernobyl

Pihak Rusia belum buka suara tentang penarikan mundur tentaranya dari PLTN yang tidak lagi beroperasi ini.


zoom-inlihat foto
PLTN-Chernobyl-di-Pripyat.jpg
SATELLITE IMAGE ©2022 MAXAR TECHNOLOGIES / AFP
Foto dari satelit Maxar yang dirilis tanggal 10 Maret 2022 menunjukkan PLTN Chernobyl di Pripyat, Ukraina.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perusahaan PLTN milik pemerintah Ukraina, Energoatom, mengatakan seluruh pasukan Rusia yang menduduki PLTN Chernobyl telah pergi, Kamis (31/3/2022).

Kendati demikian, pihak Rusia belum buka suara tentang penarikan mundur tentaranya dari PLTN yang tidak lagi beroperasi itu.

Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) milik PBB mengatakan sedang bersiap mengirimkan misi untuk memeriksa fasilitas penanganan limbah radioaktif di Chernobyl.

Rusia dengan cepat berhasil mengambil alih PLTN tersebut setelah melancarkan invasi yang dimulai pada tanggal 24 Februari lalu.

Namun, staf PLTN tersebut terus mengawasi fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir yang telah dipakai.

Selain itu, sisa-sisa reaktor nuklir yang meledak tahun 1986 itu turut diawasi oleh pihak Ukraina.

Baca: Rusia Hancurkan Laboratorium PLTN Chernobyl yang Tangani Limbah Nuklir

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl setelah meledak pada 26 April 1986.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl setelah meledak pada 26 April 1986. (santafenewmexican.com)

"Menurut staf PLTN Chernobyl, kini tidak ada orang asing di area PLTN," kata Energoatom dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Energoatom mengatakan mayoritas tentara Rusia telah pergi, dan hanya sedikit yang tetap berada di area PLTN.

Pasukan Rusia juga telah meninggalkan kota terdekat, Slavutych, yang menjadi tempat tinggal pada pekerja di Chernobyl.

Baca: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar di Eropa Terbakar Akibat Diserang Pasukan Rusia

Menurut Energoatom, Rusia setuju untuk mengambalikan tanggung jawab pengamanan Chernobyk kepada Ukraina.

Energoatom membagikan hasil scan dokumen yang ditandatangani oleh seorang staf senior Chernobyl.

Staf itu ditugaskan oleh militer Rusia untuk mengawasi Chernobyl.

Ukraina berulang kali mengatakan khawatir akan keamanan wilayah di sekitar PLTN itu.

Negara yang dipimpin Volodymyr Zelenskiy itu meminta pasukan Rusia menarik diri karena keberadaannya di sana mengganggu rotasi personel/staf PLTN.

Awal pekan ini para pekerja Chernobyl mengatakan tentara Rusia bergerak melewati Hutan Merah tanpa perlindungan.

Baca: Rusia Minta 134.500 Warganya Ikut Wajib Militer, Kemenhan: Tak Akan Pergi ke Ukraina

Padahal, Hutan Merah menjadi tempat di sekitar Chernobyl yang paling tercemar oleh radiasi nuklir.

Gerak maju tentara Rusia itu dilaporkan membuat terjadinya awan debu radioaktif.

Kementerian Pertahanan Rusia belum bersedia menanggapi hal tersebut.

Energoatom mengatakan sempat hampir terjadi kerusuhan di antara tentara Rusia karena kekhawatiran akan radiasi tersebut.

IAEA menyebut belum bisa mengonfirmasi apakah tentara Rusia terkena radiasi dalam jumlah yang banyak.

Energoatom mendesak IAEA untuk membantu memastikan bahwa para staf nuklir Rusia tidak ikut campur dalam pengoperasian PLTN Chernobyl dan Zaporizhzhia.

Baca: AS Sebut Putin Dibohongi Penasihatnya, Diberi Informasi Keliru tentang Ukraina

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Pemain Piala Dunia 2022 Qatar

    Arkadiusz Milik adalah pemain sepak bola berkebangsaan Polandia
  • Korban Tragedi Kanjuruhan akan Dapat

    Trauma healing menjadi rangkaian perawatan bagi korban tragedi
  • Kyuhyun

    Kyuhyun adalah penyanyi dari Korea Selatan yang merupakan
  • Gamjajeon

    Gamjajeon adalah gorengan khas Korea Selatan.
  • Gigg Lane

    Gigg Lane adalah stadion sepak bola yang terletak
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved