TRIBUNNEWSWIKI.COM - Militer Rusia menembakkan puluhan rudal ke Kota Nikopol, Ukraina, yang berada dekat dengan PLTN Zaporizhzhia.
Serangan di PLTN terbesar di Eropa itu dikhawatirkan bisa memunculkan "bencana mengerikan".
Gubernur Wilayah Dnipropetrovsk, Valentyn Reznichenko, menyebut ada sekitar 50 bangunan warga yang rusak.
Dikutip dari Al Jazeera, warga sipil yang tinggal di kota itu kini bertahan hidup tanpa aliran listrik.
Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasioal, Rafael Grossi, sempat berujar bahwa PLTN Zaporizhzhia kini "tidak bisa dikendalikan".
Dia mendesak Rusia dan Ukraina untuk mengizinkan masuknya para pakar untuk mengetahui situasi di sana.
"Setiap prinsip keamanan nuklir telah dilanggar," kata Grossi dikutip dari USA Today.
"Apa yang dipertaruhkan saat ini amat besar dan berbahaya."
Baca: Pemimpin Separatis Dukung Zaporizhzhia Pisahkan Diri dari Ukraina & Gabung dengan Donetsk
Dia juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai pengoperasian PLTN itu saat ini.
Para pakar dari Institut Penelitian Perang meyakini serangan Rusia di area sekitar PLTN memang disengaja "untuk menempatkan Ukraina ke dalam posisi sulit".
"Ukraina bisa membalas serangan, [tetapi] berisiko mendapat kecaman internasional dan ada risiko bencana nuklir, kemungkinan tidak akan dilakukan pasukan Ukraina," kata institut tersebut, dikutip dari Associated Press.
"Atau membiarkan pasukan Rusia terus menembaki Ukraina dari 'zona aman'."
Baca: Ukraina Sebut Pasukan Rusia Sudah Angkat Kaki dari PLTN Chernobyl
Direbutnya Zaporizhzhia oleh Rusia memunculkan kekhawatiran bahwa PLTN itu bisa rusak dan memicu bencana nuklir mirip tragedi Chernobyl tahun 1986.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukan Rusia telah menyerang dua gudang amunisi di dekat Desa Novoivanikda dan gudang minyak di dekat rel kereta Zaporizhzhia.
Perkembangan perang di wilayah lain
Pihak Ukraina menyebut Rusia melancarkan serangan rudal ke Kota Kharkiv yang berada di Ukraina utara.
Beberapa bangunan industri di sana rusak karena serangan itu.
Di Chuhuiv yang berada dekat dengan Kharkiv, roket Rusia menghantam bangunan bertingkat lima.
Perang di wilayah Donetsk, Ukraina timur, jugat terus berlanjut. Ukraina mengatakan sebuah sekolah di Desa Ocheretyne hancur oleh serangan.
Baca: Bos Gandum & Salah Satu Orang Terkaya di Ukraina Tewas Terkena Rudal Rusia
Di Kota Toretsk, tembakan artileri dilaporkan merusak satu terminal bus, satu gereja, dan bangunan apartemen.
Sementara itu, di Kota Donetsk, kelompok separatis pro-Rusia menuding pasukan Ukrain telah menyerang bagian tengah kota itu pada hari kamis.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lain tentang Ukraina di sini