Pemimpin Separatis Dukung Zaporizhzhia Pisahkan Diri dari Ukraina & Gabung dengan Donetsk

Pemimpin separatis pro-Rusia mengumumkan mendukung Zaporizhzhia untuk memisahkan diri dari Ukraina.


zoom-inlihat foto
Seorang-tentara-Ukraina.jpg
ANATOLII STEPANOV / AFP
Seorang tentara Ukraina sedang berjaga di dekat Gorlivka, Donetsk, garis perbatasan dengan kelompok separatis yang didukung Rusia, 23 Januari 2022.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemimpin separatis pro-Rusia, Denis Pushilin, mengumumkan bahwa Republik Rakyat Donetsk akan mendukung Zaporizhzhia untuk memisahkan diri dari Ukraina.

Diketahui, saat ini distrik di wilayah Zaporizhzhia telah diduduki Rusia.

Wilayah tersebut dikabarkan telah membuat permohonan untuk memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Donetsk.

Dukungan itu diungkapkan Pushilin kepada media pemerintah Rusia, Russia-24, pada Selasa (19/4/2022).

Melansir Tribunnewsw.com, Pushilin menyebut Donetsk tidak akan segera menerima wilayah itu ke dalam perbatasan administratifnya.

Dalam video yang diunggah oleh seorang jurnalis Rusia pada Selasa, ada klaim bahwa distrik Rozovsky yang letaknya hanya 48 kilometer barat laut Mariupol mengadakan pemungutan suara.

Hal itu guna mendukung pemisahan diri dari Ukraina untuk bergabung dengan Donetsk.

Seorang tentara Ukraina berdiri di garis depan perbatasan dengan kelompok separatis yang didukung Rusia, Donetsk, 7 Februari 2022.
Seorang tentara Ukraina berdiri di garis depan perbatasan dengan kelompok separatis yang didukung Rusia, Donetsk, 7 Februari 2022. (ALEKSEY FILIPPOV / AFP)

Baca: Di Tengah Perang, Rusia Menguji Coba Rudal Balistik Antarbenua Terbarunya

Kendati demikian, CNN tidak dapat memverifikasi keaslian video, apakah benar video itu diambil di distrik Rozovsky, dan orang-orang yang terlibat dalam video benar-benar warga Ukraina. Atau mereka tidak dipaksa untuk memilih mendukung tindakan tersebut.

Sebagai informasi, wilayah Ukraina yang diduduki Rusia disebut memisahkan diri dari negara tersebut. Hal ini merupakan kali pertama selama perang berlangsung.

Selain itu, langkah ini dapat menjadi upaya prtama Rusia dan separatis untuk mengambil wilayah Ukraina.

Akan tetapi, ini juga bukan pertama kalinya selama perang di wilayah Ukraina, status politik di negara itu berubah secara signifikan saat berada di bawah pendudukan Rusia.

Baca: Ukraina Siap Lakukan Pertukaran Tawanan Perang demi Bebaskan Warga Mariupol

Tak lama setelah Melitopol diduduki Rusia pada awal Maret, wali kota wilayah tersebut ditahan oleh orang-orang bersenjata dan wali kota pro-Rusia baru dilantik.

Pegawai pemerintah dan tentara Rusia juga melakukan aksi propaganda. Mereka menurunkan bendera Ukraina dan mengklaim mereka mengirimkannya kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Baca: Pukul Mundur Pasukan Ukraina, Rusia Raih Kemenangan Pertama di Donbas

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)

Baca selengkapnya terkait invasi Rusia di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved