Rusia Hancurkan Laboratorium PLTN Chernobyl yang Tangani Limbah Nuklir

Menurut keterangan dari pihak Ukraina, laboraturium ini berfungsi antara lain untuk memperbaiki manajemen limbah radioaktif.


zoom-inlihat foto
PLTN-Chernobyl-di-Pripyat.jpg
SATELLITE IMAGE ©2022 MAXAR TECHNOLOGIES / AFP
Foto dari satelit Maxar yang dirilis tanggal 10 Maret 2022 menunjukkan PLTN Chernobyl di Pripyat, Ukraina.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia dilaporkan telah menghancurkan laboratorium baru di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl, Selasa, (22/3/2022).

Menurut keterangan dari pihak Ukraina, laboraturium itu berfungsi antara lain untuk memperbaiki manajemen limbah radioaktif.

Pasukan Rusia telah merebut PLTN itu pada awal invasi. Area di sekitar PLTN telah menjadi zona terbatas karena tercemar lantaran bencana nuklir tahun 1986.

Dikutip dari Associated Press, (23/3/2022), Ukraina mengatakan pembangunan laboratorium itu menghabiskan biaya 6 juta euro dan dibantu oleh Komisi Eropa.

Resmi dibuka tahun 2015, laboratorium itu disebut berisi "sampel sangat aktif dan sample radionuclides".

Pihak Ukraina menyebut sampel itu kini berada di tangan musuh dan berharap akan mencelakakan mereka sendiri.

Radionuclides adalah atom tidak stabil dari unsur kimia yang mengeluarkan radiasi.

Pada hari Senin lalu Badan Regulator Nuklir Ukraina mengatakan alat pemantau radiasi di sekitar PLTN sudah tidak aktif.

Baca: Update Serangan Rusia ke Ukraina : 137 Orang Tewas, Chernobyl Diduduki, Tentara Dekati Ibu Kota

Ilustrasi radioaktif
Ilustrasi radioaktif (pixabay.com)

Perkembangan invasi di Ukraina

Invasi Rusia di Ukraina diduga mengalami kemandekan karena karena tidak ada kemajuan besar yang dicapai Rusia.

Kendati demikian, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, membantah bahwa invasi telah terhenti atau mandek.

Peskov sempat ditanyai oleh CNN tentang apa yang Putin sudah dapatkan di Ukraina.

"Dia belum mencapai tujuannya," kata Peskov. Namun, Peskov menegaskan bahwa operasi militer tetap berlanjut sesuai dengan rencana dan tujuan yang akan dicapai.

Menurut Peskov, tujuan utama Putin adalah "menyingkirkan potensi militer Ukraina" dan "memastikakan Ukraina berubah dari wilayah anti-Rusia menjadi negara netral".

Baca: Tiongkok Bantah Kirimkan Senjata untuk Bantu Invasi Rusia ke Ukraina

Baca: AS dan Inggris Khawatir Rusia Bakal Gunakan Senjata Kimia di Ukraina

Sementara itu, Presiden Ukraina Voldymyr Zelenskiy mengatakan pasukan Rusia tidak hanya memblok kelompok kemanusiaan yang berusaha menuju Mariupol.

Kata Zelenskiy, pasukan Rusia juga menahan beberapa pekerja kemanusiaan yang akan menyelamatkan warga sipil, dan pengemudi bus.

Padahal Rusia sebelumnya telah menyetujui jalur atau koridor kemanusiaan yang digunakan.

"Kami berusaha mengatur koridor kemanusiaan yang stabil untuk warga Mariupol," kata Zelenskiy.

"Namun, sayangnya hampir semua upaya kami digagalkan oleh pasukan pendudukan Rusia, dengan tembakan atau teror yang disengaja."

Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk mengatakan pasukan Rusia menahan 11 pengemudi bus dan empat pekerja penyelamat bersama kendaraan mereka.

Vereshchuk mengatakan nasib mereka tidak diketahui. Selain itu, jumlah yang ditangkap juga tidak bisa segera dikonfirmasi.

Baca: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Terbesar di Eropa Terbakar Akibat Diserang Pasukan Rusia

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved