TRIBUNNEWSWIKI.COM - Elon Musk, miliarder asal Amerika Serikat (AS), menjual saham Tesla senilai $6,9 miliar atau sekitar Rp102 triliun.
Saham itu dijual menjelang digelarnya sidang kasus pembelian Twitter pada bulan Oktober mendatang.
Menurut Musk, penjualan itu menghindari adanya "penjualan darurat" yang mungkin akan terjadi dalam waktu dekat.
Ini disiapkan sebagai langkah antisipasi seandainya Twitter memenangkan pertempuran di meja hijau dan Musk diharuskan membeli Twitter senilai $44 miliar.
Beberapa waktu lalu Musk digugat oleh perusahaan media sosial berlogo burung itu karena batal membelinya.
Dilansir dari The Times, (10/8/2022), sidang gugatan itu direncanakan dimulai tanggal 17 Oktober dan berlangsung hingga 5 hari.
Baca: Hadapi Elon Musk, Twitter Menangkan Pertempuran Pertama di Pengadilan
Sebelumnya, Musk mengaku tidak akan menjual lagi saham Tesla. Namun, dia kini harus melakukannya karena terpaksa.
"Dalam peristiwa (semoga tidak terjadi) yang di dalamnya Twitter memaksa kesepakatan ini ditutup *dan* beberapa mitra ekuitas tidak berhasil mengatasinya, penting untuk menghindari penjualan darurat saham Tesla," kata Musk melalui Twitter.
Dia kemudian ditanya apakah akan membeli kembali saham itu jika Twitter gagal menang di pengadilan. Musk pun mengiyakannya.
Orang terkaya di dunia itu telah menjual 7,92 juta lembar saham Tesla pada tanggal 5 hingga 9 Agustus 2022. Kini dia memiliki 155,04 juta lembar saham Tesla.
Baca: Nekat Batalkan Pembelian Twitter, Elon Musk Bakal Digugat Twitter
Twitter mengklaim Musk berupaya mengingkari kesepakatan pembelian Twitter.
Sebelumnya, Musk mengaku akan membeli Twitter dengan harga saham sebelum jatuh 38 persen.
Perusahaan media sosial yang didirikan tahun 2006 itu menerima tawaran harga dari Musk, yakni $54,2 per saham pada bulan April 2022.
Namun, sebulan kemudian dia mengumumkan bahwa pembelian Twitter ditangguhkan.
Musk berujar proses pembelian akan dilanjutkan setela dia mendapatkan lebih banyak informasi tentang akun palsu di Twitter.
Baca: Tesla Didera Banyak Masalah, Elon Musk Bicarakan Kemungkinan Bangkrut
Selanjutnya, pada bulan Juli pengacara Musk memilih membatalkan proses pembelian.
Menurut pihak Musk, pembatalan itu karena Twitter telah "melanggar" kesepakatan.
Twitter pun geram dan menempuh jalur hukum dengan menggugat Musk.
Pakar hukum mengatakan apabila Musk kalah di pengadilan dan terpaksa membeli Twitter, dia kemungkinan masih harus menjual lebih banyak saham Tesla.
Saham Tesla sendiri turun 29 persen sejak awal tahun ini.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Elon Musk di sini