Tesla Didera Banyak Masalah, Elon Musk Bicarakan Kemungkinan Bangkrut

CEO Elon Musk menyinggung risiko bangkrutnya Tesla yang didera banyak masalah selama pandemi.


zoom-inlihat foto
elon-muskk.jpg
@elonrmuskk
Foto: CEO Tesla Elon Musk. Musk menyinggung risiko kebangkrutan Tesla dalam sebuah wawancara .


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tesla didera beragam masalah selama dua tahun terakhir sehingga sang CEO, Elon Musk, membicarakan risiko perusahaan itu bangkrut.

Selama pandemi ini, Tesla dilaporkan kehilangan miliaran dolar akibat kebijakan karantina dan masalah rantai pasokan atau supply chain.

"Dalam dua tahun ini, gangguan rantai pasokan benar-benar menjadi mimpi buruk, satu demi satu," kata Musk dalam wawancara dengan grup pemilik Tesla, dikutip dari CNN International.

"Kita belum keluar dari masalah itu," kata dia menjelaskan.

"Yang paling menyita perhatian kami adalah bagaimana kami menjaga pabrik tetap beroperasi sehingga kami bisa menggaji pekerja dan tidak bangkrut."

Kata dia, pabrik Tesla di Shanghai ditutup selama beberapa pekan karena ada kebijakan karantina.

Sementara itu, dua pabrik Tesla di Jerman dan Texas membuat perusahaan itu kehilangan miliaran dolar karena masalah rantai pasokan.

Baca: Elon Musk

Baca: Setelah Resmi Beli Twitter Rp634 Triliun, Elon Musk Bertemu Luhut di Pabrik Tesla, Ini yang Dibahas

Dalam wawancara itu, Musk dianggap mengeluarkan pernyataan yang berlebihan ketika menyinggung risiko bangkrut.

Sebagai contoh, dia mengatakan kini perusahaan mobil "sangat ingin bangkrut", tanpa menunjukkan analisis keuangan yang memadai.

Tesla sendiri diperkirakan bakal keluar dari masa sulit yang dialaminya selama pandemi ini.

"Ini akan normal kembali dengan sangat cepat," kata dia dalam pernyataannya yang direkam pada tanggal 31 Mei lalu.

Namun, salah satu kritikus percaya Tesla tengah menghadapi masalah keuangan yang lebih besar daripada yang diperkirakan banyak pakar.

"Kebangkrutan adalah risiko yang nyata bagi orang-orang ini," kata Gordon Johnson dari GLJ Research kepada CNN Business.

"Mengapa? Karena banyak dari uang mereka yang terkunci di Cina. Mereka tak akan mendapat untung hingga mereka di Cina; dan mengingat Cina tidak mengizinkan perusahaan untuk memulangkan dolar yang mereka buat di negeri ini, dan Tesla memiliki masalah nyata," kata dia menjelaskan.

CEO Tesla Elon Musk ketika mengunjungi lokasi pabrik mobil listrik Tesla pada 3 September 2020 di Grünheide, Jerman.
CEO Tesla Elon Musk ketika mengunjungi lokasi pabrik mobil listrik Tesla pada 3 September 2020 di Grünheide, Jerman. (Odd ANDERSEN / AFP)

Baca: Merespons Pemerintah China, Elon Musk Siap Tutup Tesla Jika Terbukti Mata-matai Negara Tirai Bambu

Baca: Saham Tesla Anjlok, Jeff Bezos Rebut Posisi Orang Terkaya Sedunia dari Elon Musk

Johnson menunjukkan tanda lain bahwa Tesli sedang menghadapi masalah besar, yakni merumahkan 10 persen pekerjanya.

"Anda pikir mengapa mereka mengurangi pekerja? Ini tanda yang sangat penting."

Tesla mulai mencetak untung pada tahun 2018 silam setelah bertahun-tahun hanya melaporkan kerugian.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Elon Musk di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved