Nekat Batalkan Pembelian Twitter, Elon Musk Bakal Digugat Twitter

Elon Musk batal membeli Twitter karena tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai jumlah akun palsu di Twitter.


zoom-inlihat foto
elon-muskk.jpg
@elonrmuskk
Elon Musk, miliarder asal AS. Musk dilaporkan membatalkan pembelian Twitter.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Miliarder Amerika Serikat (AS), Elon Musk, mengumumkan bahwa dia batal membeli Twitter, (8/7/2022).

Kata Musk, batalnya pembelian senilai $44 miliar ini disebabkan oleh kegagalan Twitter memberikan informasi yang cukup mengenai jumlah akun palsu.

Pembatalan ini dikecam oleh Twitter. Perusahaan media sosial itu bahkan mengancam menggugat Musk agar dia tidak membatalkan kesepakatan.

Dalam suratnya kepada Dewan Twitter, pengacara Musk yang bernama Mike Ringler mengeluh bahwa kliennya selama hampir dua bulan telah mencari data tentang "akun palsu atau spam" di Twitter.

"Twitter telah gagal atau menolak memberikan informasi ini. Terkadang Twitter mengabaikan permintaan Musk, terkaadang Twitter menolaknya karea alasan yang tampaknya tidak bisa dibenarkan, dan terkadang Twitter mengklaim bakal menurutnya sembari memberi Musk informasi yang tidak lengkap atau tidak berguna," demikian yang tertulis dalam surat itu, dikutip dari Associated Press.

Musk mengatakan informasi itu amat penting bagi bisnis yang dilakukan Twitter dan kinerja keuangannya.

Selain itu, dia berujar informasi tersebut diperlukan agar bisa menyelesaikan kesepakatan pembelian.

Baca: Elon Musk Resmi Akuisisi Twitter Seharga Rp 634 Triliun, Akan Jadi Perusahaan Privat

Ketua Dewan Twitter, Bret Taylor, buka suara akan hal ini.

Melalui cuitan di Twitter, dia mengatakan dewan "berkomitmen menutup transaksi sesuai dengan harga dan persyaratan yang disepakati dengan Musk".

"Berencana mengambil tindakan hukum demi mengamankan kesepakatan merger. Kami meyakini bakal menang di Pengadilan Delaware," kata dia.

Baca: Donald Trump Tak Akan Kembali ke Twitter, bahkan jika Akunnya Dipulihkan Elon Musk

Pengadilan di Delaware sering menangani sengketa bisnis di antara perusahaan-perusahaan, termasuk Twitter.

Musk ingin membeli Twitter setelah mengatakan media sosial berlogo burung itu gagal memanfaatkan potensinya menjadi platform yang bisa mengakomodasi kebebasan berpendapat.

Ilustrasi Twitter
Ilustrasi Twitter (Tribun WOW)

Pembatalan ini dilaporkan berdampak buruk terhadap saham Twitter.

Pada hari Jumat saham twitter dilaporkan turun 5 persen menjadi $36,81. Ini berada di bawah harga $54,20 yang disepakati Musk untuk dibayarnya.

Saham Twitter terus turun ketika surat Musk dipublikasikan. Sementara itu, saham Tesla justru naik.

"Ini adalah skenario mengerikan bagi Twitter dan dewannya," kata Dan Ives, analis dari Wedbush, dikutip dari Associated Press.

Dia memprediksi bakal ada pertarungan panjang di meja hijau antara Twitter dan Musk.

Baca: Putuskan Hubungan dengan Ayahnya, Putra Elon Musk Ubah Nama Jadi Vivian Wilson

Sehari sebelumnya, kepada para wartawan dan eksekutif perusahaan, Twitter sempat mengungkapkan caranya menghitung akun spam.

Twitter mengatakan telah menghapus 1 juta akun spam tiap hari.

Menurut Twitter, jumlah akun itu berada di bawah 5 persen dari user aktif tiap kuartal.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved