Hadapi Elon Musk, Twitter Menangkan 'Pertempuran' Pertama di Pengadilan

Sidang kasus batalnya pembelian Twitter oleh Elon Musk akan digelar bulan Oktober mendatang.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-twitter-2.jpg
Tribun WOW
Ilustrasi Twitter. Twitter batal dibeli oleh Elon Musk.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Twitter memenangkan "pertempuran" pertama dalam upayanya melawan miliarder Amerika Serika (AS), Elon Musk, di pengadilan.

Hal ini karena hakim Pengadilan Delaware menyetujui sidang kasus pembelian Twitter digelar bulan Oktober mendatang.

Twitter berusaha memaksa Musk menyelesaikan pembelian media sosial berlogo burung itu dengan nilai $44 miliar.

Pakar hukum mengatakan keputusan pengadilan itu merupakan kabar baik bagi Twitter.

Hakim Kathaleen McCormick menyebut ada "ketidakpastian" mengenai Twitter sehubungan dengan batalnya pembelian itu.

Dia menerima argumen Twitter bahwa penundaan pembelian akan berdampak parah bagi perusahaan itu.

"Penundaan bisa menimbulkan masalah yang tidak dapat diperbaiki," kata McCormick di Pengadilan Delaware dikutip dari The Guardian.

"Lebih lama penundaannya maka lebih besar risikonya," kata dia menambahkan.

Baca: Nekat Batalkan Pembelian Twitter, Elon Musk Bakal Digugat Twitter

McCormick mengatakan pengadilan Delaware mampu memproses kasus hukum yang rumit dengan cepat.

Twitter menggugat Musk karena dia ingin membatalkan kesepakatan pembelian Twitter dengan nilai $54,20 per saham.

Musk membatalkan pembelian karena tiga alasan.

Pertama, Twitter tidak memenuhi kesepakatan lantaran gagal memberikan informasi yang cukup tentang akun spam.

Kedua, Twitter salah dalam mengungkapkan jumlah akun spam kepada pengawas keuangan AS.

Ketiga, Twitter melanggar kesepakatan karena tidak berkonsultasi dengannya ketika memecat staf senior baru-baru ini.

Baca: Sempat Dibekukan, Akun Twitter Donald Trump Bakal Dipulihkan Elon Musk

Miliarder Amerika Serikat (AS) dan pemilik Tesla, Elon Musk
Miliarder Amerika Serikat (AS) dan pemilik Tesla, Elon Musk (@elonrmuskk)

Pengacara Twitter, William Savitt, menuduh Musk "berusaha menyabotase".

"Dia melakukan upaya terbaiknya untuk menjatuhkan Twitter," ujar Savitt.

Pengacara Musk, Andrew Rossman, kemudian buka suara dan mengatakan tuduhan itu tidak masuk akal.

"Dia tidak ingin merusak perusahaan itu," kata Rossman.

Rossman mengatakan diperlukan lebih banyak waktu dalam kesepakan pembelian.

Hal itu karena pembelian Twitter merupakan salah satu pembelian terbesar dalam sejarah.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved