LPSK Sebut Brigadir J Ditembak dari Jarak Dekat: Tidak Butuh Keahlian

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban akhirnya memberikan keterangan bahwa Brigadir J ditembak dari jarak dekat


zoom-inlihat foto
Tribunnewscom-Irwan-RismawanISTIMEWA.jpg
Tribunnews.com Irwan Rismawan/ISTIMEWA
Bharada E usai menjalani pemeriksaan di kantor Komnas HAM, Selasa (26/7/2022) (kiri) dan Brigadir J (kanan).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) buka suara tentang baku tembak antarpolisi yang menewaskan Brigadir J.

Edwin Partogi Pasaribu selaku Wakil Ketua LPSK mengatakan jarak tembakan ke Brigadir J cukup dekat,  Jumat (5/8/2022).

Ia juga menyebut orang yang tak punya keahlian khusus dalam menembak pun juga bisa menembak tepat sasaran dalam jarak dekat.

"Iya jaraknya (tembakan Bharada E ke Brigadir J, red) dekat, dan tidak butuh keahlian dalam melakukan penembakan dalam jarak itu," ungkap Edwin di Kantor LPSK.

Tentang jarak dekat yang ia maksud, Edwin tak menjelaskan secara detail.

Hal ini lantaran menurutnya pengukuran dekat dan jauh merupakan hal yang relatif dari segi penilaian tiap orang.

Namun, ia menekankan bahwa penembakan yang menewaskan Brigadir J ini bisa dilakukan tanpa harus punya keahlian khusus.

Baca: Bharada E Resmi Tersangka, Komnas HAM Pastikan Pengusutan Kasus Kematian Brigadir J Terus Bergulir

Baca: LPSK Ungkap Alasan Bharada E Minta Perlindungan: Dia Mendapat Ancaman

"Jaraknya kami tahu, tapi tidak kami sebutkan meternya berapa. Sebab dekat jauh juga bisa jadi relatif. Tapi setidaknya jarak tembak itu kalau berdasarkan informasi yang diperoleh, tidak membutuhkan keahlian," papar Edwin. dikutip dari Tribunnews.

Pihaknya, lanjut Edwin, masih membutuhkan pendalaman penyidikan yang kini masih dijalankan di beberapa instansi, termasuk Komnas HAM dan Polri.

"Karena diproses penyidikan kan ada proses pemeriksaan saksi-saksi yang lain, termasuk ahli," imbuhnya.

Sebagai informasi, fakta mulai ditemukan dari hasil investigasi dan keterangan dari sumber-sumber LPSK yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Tidak spesifik seperti itu, tapi informasi yang kami himpun dari investigasi, siapapun sumber yang menurut kami dapat dipercaya, memiliki kompetensi, kami jadikan rujukan," kata Edwin.

Bharada E Dicap Jadi Tumbal

Bharada E
Bharada E (Kolase Tribunnewswiki)

Pengacara Bharada E, Andreas Nahot Silitonga, memberikan tanggapan terhadap pihak yang menilai kliennya hanya dijadikan tumbal dalam kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Andreas mengimbau agar asumsi "Bharada E cuma tumbal" dibuktikan.

"Ya kalau misalnya dibilang (Bharada E) cuma tumbal, ya silakan dibuktikan," ujar Andreas saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/8/2022).

Andreas mengatakan, Bharada E beserta keluarga merasa banyak tuduhan sejak kasus mencuat.

Dia mengingatkan bahwa Bharada E juga manusia yang bisa sakit hati.

Apalagi, Bharada E seakan-akan sudah dicap sebagai pembunuh.

"Pemberitaan yang selama ini (beredar) menyakitkan juga, menyayat hati Bharada E, dan keluarganya juga," tuturnya.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved