Terlepas dari kasus penembakan di rumah Irjen Ferdy Sambo, Komnas Perempuan lebih berfokus pada kondisi Putri Candrawathi.
“Kalaupun memang dia adalah saksi dari peristiwa, tetap butuh dia pulih dulu baru bisa bercerita. Yang jadi fokus kami adalah Ibu P punya ruang untuk pemulihan. Ibu P masih dalam kondisi sangat syok. Saat ini Ibu P hanya menangis saja, makanya kami butuh ruang lebih untuk bisa mendampingi kasusnya,” papar Andy.
"Semua spekulasi-spekulasi itu menurut saya kita tunda dulu, kita hentikan kalau bisa. Isu utamanya kan penembakannya. Mari kita kasih waktu Komnas HAM, Timsus, kepolisian untuk memberikan informasi apa yang sebetulnya terjadi. Makanya kita hentikan dulu spekulasi-spekulasi tentang motif, kita kasih ruang untuk Ibu P pulih,” sambungnya.
Andy pun memastikan Komnas Perempuan akan terus memantau perkembangan kondisi Putri Candrawathi serta berkoordinasi dengan Timsus maupun Komnas HAM jika ditemukan informasi tambahan.
(Tribun Wow/TRIBUNNEWSWIKI/Ka)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun Wow dengan judul Bharada E bak Hilang Ditelan Bumi, Keluarga Brigadir J Minta Terduga Pelaku Ditampilkan ke Publik
dan Bharada E Ungkap Sejumlah Informasi soal Penembakan Brigadir J, Istri Ferdy Sambo juga Diperiksa