AFP
Pada tahun 2019 Rajapaksa memberlakukan kebijakan populer berupa pengurangan pajak.
Namun, kebijakan ini menguras cadangan devisa dan membuat impor BBM, pangan, dan obat-obatan terganggu.
Baca: Stok BBM Nasional Hanya Bertahan 5 Hari Lagi, Kendaraan di Sri Lanka Terancam Mogok
Kini negara Asia Selatan itu mengalami krisis BBM besar-besaran. Inflasi bahkan mencapai 54,6 persen bulan lalu.
Para pengunjuk rasa melampiaskan amarahnya dengan menyerbu istana kepresidenan. Mereka bersumpah tidak akan meninggalkan tempat itu hingga Rajapaksa lengser dari kursi presiden.
Parlemen Sri Lanja dijadwalkan menggelar pilpres pada 20 Juli mendatang.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Sri Lanka di sini
KOMENTAR