TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pihak imigrasi Sri Lanka mencegah adik Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa, Basil Rajapaksa, meninggalkan negaranya, (12/7/2022).
Sementara itu, Gotabaya sendiri sudah melarikan diri dari istananya dan belum diketahui keberadaannya.
Basil yang juga memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat (AS) dilaporkan berusaha pergi ke luar negeri (LN).
Kendati demikian, tidak diketahui ke mana Basil akan pergi.
Basil sempat memegang jabatan Menteri Keuangan Sri Lanka sebelum memutuskan mundur pada bulan April lalu.
Keputusan mundur itu dipicu oleh protes besar-besaran dari warga Sri Lanka yang mengeluh akibat krisis ekonomi yang amat parah.
Adapun kakaknya dikabarkan bakal mundur dari jabatan Presiden Sri Lanka pada hari Rabu mendatang.
Baca: Gotabaya Rajapaksa
Sebelumnya, ribuan pengunjuk rasa sempat menyerbu istana kepresidenan untuk memintanya lengser.
Gotabaya tidak terlihat lagi sejak hari Jumat dan keberadaannya pun belum jelas hingga saat ini.
Kabar mengenai dicegahnya Basil kabur dikatakan oleh Asosiasi Pegawai Imigrasi dan Emigrasi Sri Lanka.
Asosiasi tersebut mengatakan anggotanya menolak membantu Basil di ruang keberangkatan VIP di Bandara Kolombo.
Baca: Dihantam Krisis BBM yang Amat Parah, Sri Lanka Putuskan Tetap Menutup Sekolah
"Mengingat kekacauan di Sri Lanka, pejabat imigrasi mendapat tekanan besar agar tidak mengizinkan pejabat tinggi meninggalkan negara ini," kata K.A.S. Kanugala, kepala asosiasi tersebut, dikutip dari Reuters.
"Kami mengkhawatirkan keamanan kami. Jadi, hingga masalah ini selesai, pejabat imigrasi yang ada di ruang VIP menolak melayani."
Foto-foto Basil ketika berada di lounge bandara tersebar luas di media sosial.
Sejumlah warga Sri Lanka marah atas upaya Basil melarikan diri dari negara ini.
Hingga kini Basil belum bisa dihubungi oleh media. Ajudannya juga menolak berkomentar.
Seorang pejabat partai mengatakan Basil saat ini masih berada di Sri Lanka.
Baca: Ekonomi Sri Lanka Disebut Telah Runtuh Sepenuhnya, Berharap Bantuan IMF
Keluarga Rajapaksa telah mendominasi dunia politik di Sri Lanka selama bertahun-tahun.
Banyak warga Sri Lanka yang menyalahkan keluarga Rajapaksa atas krisi parah yang kini menghantam negara berpenduduk 22 juta jita itu.
Ekonomi Sri Lanka mulai tumbang ketika pandemi muncul. Hasil pertanian juga berkurang karena sempat ada larangan penggunaan pupuk kimia.