Gotabaya Rajapaksa

Gotabaya Rajapaksa merupakan perwira militer dan politisi Sri Lanka yang menjabat sebagai sekretaris Kementerian Pertahanan (2005–15) selama tahun-tahun terakhir pemerintahan perang saudara negara, dan Presiden Sri Lanka pada 2019 hingga 2022.


zoom-inlihat foto
Gotabaya-Rajapaksa2.jpg
Instagram @gotabayar
Gotabaya Rajapaksa

Gotabaya Rajapaksa merupakan perwira militer dan politisi Sri Lanka yang menjabat sebagai sekretaris Kementerian Pertahanan (2005–15) selama tahun-tahun terakhir pemerintahan perang saudara negara, dan Presiden Sri Lanka pada 2019 hingga 2022.




  • Informasi Awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gotabaya Rajapaksa merupakan perwira militer dan politisi Sri Lanka yang menjabat sebagai sekretaris Kementerian Pertahanan (2005–15) selama tahun-tahun terakhir pemerintahan perang saudara negara.

Ia kemudian sebagai presiden sejak 2019 hingga 2022. Rajapaksa memainkan peran penting dalam mengakhiri perang saudara (1983–2009) melalui eskalasi kekerasan.

Dia sejak itu dituduh melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia tetapi telah menghindari penyelidikan.

Gotabaya lahir pada 20 Juni 1949 di Palatuwa, distrik Matara, Sri Lanka.

Ia juga kerap membagikan foto-foto dan aktivitasnya di akun Instagram resmi milik Gotabaya yakni @gotabayar.  (1)

Gotabaya Rajapaksa
Gotabaya Rajapaksa (Daily News)

Baca: Pemain Piala Dunia 2022 Qatar - Guillermo Varela

  • Kehidupan Pribadi #


Rajapaksa lahir sebagai anak kelima dari sembilan bersaudara dalam keluarga Buddha Sinhala.

Ayahnya, D.A. Rajapaksa, adalah seorang anggota parlemen Sri Lanka (1947–65) mewakili Beliatta.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di Ananda College di Kolombo.

Gotabaya Rajapaksa kemudian bergabung dengan tentara Sri Lanka pada tahun 1971.

Ia menjalani pelatihan dan kursus di India (di Wellington), di Pakistan (di Rawalpindi dan Quetta), dan di Amerika Serikat (di Fort Benning, Georgia).

Gotabaya memperoleh gelar master dalam studi pertahanan di Universitas Madras pada tahun 1983. (1)

Baca: Frezy Al Hudaifi

  • Perjalanan Karier #


Pada akhir pelatihan militernya, kekerasan komunal antara penduduk Sinhala di negara itu dan minoritas Tamil telah berkembang, yang mana konflik meletus pada 1983 usai 13 tentara terbunuh oleh gerilya Tamil.

Gotabaya berpartisipasi dalam pemberontakan melawan Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE; juga disebut Macan Tamil) dan separatis Tamil lainnya, terutama memimpin sebuah resimen pada Mei–Juni 1987 selama Operasi Pembebasan di Vadamarachchi.

Dia juga seorang komandan dalam penindasan pemerintah terhadap pemberontakan Sinhala Marxis pada akhir 1980-an. Pada pergantian tahun 1990-an ia terus mengejar separatis Tamil saat pertempuran meningkat.

Pada tahun 1991, Gotabaya menjabat sebagai wakil komandan Universitas Pertahanan Jenderal Sir John Kotelawal.

Pada 1992, Gotabaya meraih gelar master dalam bidang teknologi informasi di University of Colombo dan mulai bekerja untuk sebuah perusahaan IT di Colombo.

Pada tahun 1998 ia beremigrasi ke Amerika Serikat dan bekerja di Loyola Law School di Los Angeles sebagai profesional TI.

Ia menjadi warga negara AS pada tahun 2003 dan dengan demikian kehilangan kewarganegaraannya di Sri Lanka.

Pada tahun 2005 ia kembali ke Sri Lanka untuk membantu kampanye presiden saudaranya Mahinda Rajapaksa.

Ketika Mahinda menjadi presiden, Gotabaya diangkat menjadi sekretaris Kementerian Pertahanan dan mendapatkan kembali kewarganegaraannya.

Selama masa jabatannya di kementerian, Gotabaya dikreditkan dengan peningkatan dan intensifikasi militer yang signifikan yang berhasil menyerbu separatis pada tahun 2009 dan mengakhiri perang saudara.

Namun, intensifikasi itu sangat brutal, dan sekitar 40.000 orang Tamil mungkin telah terbunuh pada bulan-bulan terakhir perang, yang merupakan setengah dari korban konflik selama beberapa dekade.

Bukti muncul pada tahun-tahun setelah perang kekejaman yang dilakukan dalam fase terakhir ini, termasuk penyiksaan, penembakan tanpa pandang bulu, dan pembunuhan di luar hukum yang meluas terhadap warga sipil. Gotabaya diyakini bertanggung jawab atas banyak tindakan ini. (1)

Baca: Ayu Laksmi

  • Menjadi Presiden #


Pada tahun 2019, Gotabaya terpilih menjadi presiden eksekutif ketujuh Sri Lanka, menggantikan Maithripala Sirisena.

Ia merupakan presiden pertama yang terpilih dengan latar belakang militer, usai menjabat sebagai perwira militer selama 26 tahun perang saudara di Sri Lanka.

Karena perannya dalam menekan LTTE secara brutal, Gotabaya kerap disebut sebagai "The Terminator".

Pada 2022, ia telah dituduh melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia dan kematian sedikitnya 40.000 warga sipil (seperti yang diperkirakan oleh PBB) di wilayah Tamil. di timur laut Sri Lanka menjelang akhir perang.

Gotabaya juga diduga terkait dengan pembunuhan editor Sunday Leader Lasantha Wickrematunge pada tahun 2009.

Di antara hampir 16 juta penduduk Sinhala Buddha, dua bersaudara Rajapaksa diproyeksikan sebagai 'pahlawan' yang membawa negara keluar dari perang saudara.

Sentimen ini tercermin dalam menjelang pemilihan presiden 2019 ketika Gotabaya menang dengan mandat yang terpolarisasi secara signifikan tak lama setelah serangan Minggu Paskah yang menargetkan minoritas seperti Kristen dan Muslim.

Kemudian adanya pengangkatan mantan personel militer sebagai gubernur provinsi minoritas berbahasa Tamil telah terbukti semakin menghalangi otonomi dewan provinsi yang mengabaikan administrasi di provinsi Utara dan Timur sebagai bagian dari proses perdamaian pascaperang.

Kebijakan Gotabaya telah banyak dikritik. Misalnya, banyak aktivis mengecam penggusuran paksa penghuni permukiman kumuh untuk proyek mempercantik Kolombo.

Pada tanggal 22 April 2021, pemerintah Gotabaya mengumumkan larangan total penggunaan dan impor pupuk kimia untuk menjadikan negara itu “produsen makanan organik 100 persen pertama di dunia”. (2)

Baca: Rahmat Bagja

  • Mengundurkan Diri dari Kursi Presiden #


Gotabaya Rajapaksa telah mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kepresidenan pertanggal 13 Juli 2022.

Pernyataan terkait Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa akan mengundurkan diri ini disampaikan Ketua DPR negara itu, Mahinda Yapa Abeywardena.

Pengumuman tersebut muncul beberapa jam usai orang-orang menyerukan pengunduran diri Gotabaya dan pemerintahannya, menyerbu ke Kediaman Resmi Presiden di Benteng Kolombo pada 9 Juli 2022.

Dalam sebuah video yang dirilis, Abeywardea menyebut bahwa Gotabaya telah setuju untuk melaksanakan keputusan yang diambil dalam rapat pimpinan partai politik. (3)

Baca: Akie Abe

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)



Nama Gotabaya Rajapaksa
Kelahiran 20 Juni 1949 di Palatuwa, distrik Matara, Sri Lanka
Riwayat Karir Perwira militer dan politisi
Pendidikan Ananda College di Kolombo, dan Universitas Madras tahun 1983
Akun Instagram @gotabayar




KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved