PM Inggris Boris Johnson Mundur, Siapa yang Berpeluang Menggantikannya?

Ada sejumlah nama yang dijagokan menggantikan posisi Boris Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris.


zoom-inlihat foto
Perdana-Menteri-PM-Inggris-Boris-Johnson-membuat.jpg
DANIEL LEAL / AFP
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson membuat pengumuman di kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, (7/7/2022). Johnson mundur dari posisinya sebagai pemimpin Partai Konservatif.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Inggris Johnson telah lengser, dan kini ada sejumlah nama yang difavoritkan untuk menggantikannya.

Di antara anggota Majelis Rendah Inggris, mencuat nama Rishi Sunak dan Ben Wallace sebagai kandidat kuat. Keduanya berasal dari Partai Konservatif.

Selain itu, ada pula sejumlah menteri dan mantan menteri yang turut memiliki peluang, misalnya Suella Braverman, Jeremy Hunt, Sajid Javid, Penny Mordaunt, Liz Truss, dan Nadhim Zahawi.

Dilansir dari The Guardian, (8/7/2022), Grant Shapss yang menjabat sebagai Menteri Transportasi turut mempertimbangkan maju menjadi kandidat.

Sementara itu, Michael Gove, Dominic Raab, dan Tobias Ellwood memutuskan tidak ikut berkompetisi mengejar kursi perdana menteri.

Menurut survei yang dilakukan JL Partners, Sunak kini menjadi kandidat terkuat.

Di belakang Sunak ada Keir Starmer, politikus Partai Buruh Inggris.

Sunak sendiri sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan minggu ini.

Baca: Mundurnya Boris Johnson Dianggap Bisa Perbaiki Hubungan Inggris dengan Uni Eropa

Popularitas Sunak sempat anjlok setelah adanya kasus status pajak non-dom istrinya.

Namun, popularitasnya terkerek naik setelah dia menjadi salah satu menteri pertama yang mengumumkan pengunduran diri.

Baca: Sudah Umumkan Mundur, Boris Johnson Masih Ingin Menjabat hingga PM Baru Terpilih

Seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif mengatakan Sunak diduga bakal melancarkan kampanye guna mendapatkan kursi PM.

Kampanye itu diduga bakal dilakukannya dengan sejumlah politikus terkenal di parlemen.

Namun, hal itu hanya akan dilakukan jika Sunak dan sekutunya mendapat cukup dukungan.

Seorang anggota parlemen dari Partai One Nation mengatakan partai itu bakal mendukung Sunak yang merupakan politikus sayap kanan.

Dukungan itu diberikan atas dasar bahwa Sunak "jelas terlihat sebagai sosok paling kompeten".

Baca: Boris Johnson Lengser, Hubungan AS dengan Inggris Bakal Makin Erat?

Sementara itu, kendati difavoritkan, Menteri Pertahanan Ben Wallace belum mengungkapkan apakah dia berminat menggantikan posisi Johnson.

Menteri Luar Negeri Liz Truss belum pula mengungkapkan keinginannya untuk maju.

"Saat ini kita harus tenang dan bersatu dan tetap memerintah sembari [menunggu] pemimpin baru terpilih," kata Truss.

Dia didukung oleh Alec Shelbrooke karena dianggap memiliki banyak pengalaman.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menghadiri rapat dengan Wakil Presiden Komisi Eropa di Chvening House, Sevenoaks, London, 13 Januari 2022.
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menghadiri rapat dengan Wakil Presiden Komisi Eropa di Chvening House, Sevenoaks, London, 13 Januari 2022. (BEN STANSALL / POOL / AFP)

Menteri Bisnis Kwasi Kwarteng dan Menteri Dalam Negeri Priti Patel belum menunjukkan tanda-tanda ingin maju sebagai kandidat.

Keduanya juga diperkirakan tidak memiliki banyak dukungan.

Baca: Boris Johnson

Masih ingin menjabat

Meski sudah mengumumkan mundur, Johnson mengaku masih ingin menjabat sebagai PM Inggris hingga Partai Konservatif memilih PM baru.

Keinginan Johnson ini ditentang oleh sejumlah pihak, misalnya Lord Heseltine dan Sir John Mayor, yang memintanya segera pergi dari kursi PM.

Mantan Menteri Kesehatan Inggris Justine Greening juga memiliki pemikiran yang sama.

Dia ingin politikus Patai Konservatif itu segera meletakkan jabatannya.

"Saya pikir, terutama untuk partai ini, begitu juga dengan negara ini, ini tentang bergerak dari masa lalu," kata Greening.

Kepada para menterinya, Johnson berujar saat ini pemerintahannya akan memfokuskan agenda yang telah disepakati.

Johnson mengatakan tidak akan menerapkan kebijakan baru atau membuat perubahan besar dalam kebijakannya.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Boris Johnson di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved