TRIBUNNEWSWIKI.COM - Boris Johnson sudah memutuskan mundur dari jabatan Perdana Menteri (PM) Inggris, (7/7/2022).
Kendati demikian, Johnson mengaku masih ingin menjabat sebagai PM Inggris hingga Partai Konservatif memilih PM baru.
Keinginan Johnson ini ditentang oleh sejumlah pihak, misalnya Lord Heseltine dan Sir John Mayor, yang memintanya segera pergi dari kursi PM.
Mantan Menteri Kesehatan Inggris Justine Greening juga memiliki pemikiran yang sama.
Dia ingin politikus Patai Konservatif itu segera meletakkan jabatannya.
"Saya pikir, terutama untuk partai ini, begitu juga dengan negara ini, ini tentang bergerak dari masa lalu," kata Greening dikutip dari The Guardian.
Kepada para menterinya, Johnson berujar saat ini pemerintahannya akan memfokuskan agenda yang telah disepakati.
Johnson mengatakan tidak akan menerapkan kebijakan baru atau membuat perubahan besar dalam kebijakannya.
Baca: Boris Johnson Lengser, Hubungan AS dengan Inggris Bakal Makin Erat?
"Perdana menteri membuka rapat kabinet dengan menyambut mereka yang kembali atau bergabung untuk pertama kalinya. Dia berkata prioritasnya saat ini ialah lanjut menepati janjinya dan memastikan pemerintahannya berada di sisi masyarakat, tentang harga energi, transportasi, perumahan, dan hal lain yang penting bagi mereka," demikian pernyataan dari kantor PM Inggris.
"Dia menjelaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menerapkan kebijakan baru atau membuat perubahan besar, sebaliknya pemerintahannya akan berfokus menjalankan agenda yang sudah dipilih oleh pemerintah."
"Dia berkata keputusan besar dalam [urusan] fiskal seharusnya diserahkan kepada perdana menteri selanjutnya."
Baca: Boris Johnson
Baca: Diminta Mundur, PM Inggris Boris Johnson Bersikeras Pertahankan Jabatan
Anggota kabinetnya dilaporkan memberikan penghormatan kepada Johnson dan berterima kasih atas kerjanya selama ini.
Mereka turut menyoroti sejumlah pencapaian pemerintahan Johnson, termasuk Brexit, peluncuran vaksin, bantuan kepada masyarakat, dan kepemimpinannya dalam menangani konflik di Ukraina.
Suksesi
Jadwal pemilihan PM baru Inggris akan diumumkan pekan depan.
Menurut jajak pendapat oleh You Gov, Menteri Pertahanan Ben Wallace punya peluang paling besar untuk menggantikan Johnson.
Politikus Tom Tugendhat dari Partai Konservatif menjadi orang pertama yang mengumumkan keinginannya untuk menggantikan Johnson.
Sementara itu, Grant Shapps didukung oleh Robert Courts untuk menjadi pemimpin Partai Konservatif.
Baca: Tak Terima Disanksi, Rusia Melarang PM Inggris Boris Johnson Memasuki Negaranya
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Boris Johnson di sini