Boris Johnson Lengser, Hubungan AS dengan Inggris Bakal Makin Erat?

Mundurnya Johnson membuat Amerika Serikat (AS) sedikit lega karena sebelumnya hubungan kedua negara ini sempat menegang, terutama akibat Brexit.


zoom-inlihat foto
Perdana-Menteri-Inggris-Boris-Johnson-5.jpg
JESSICA TAYLOR / UK PARLIAMENT / AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson selama sesi tanya jawab di Majelis Rendah, London, (6/7/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memutuskan mundur setelah mendapat banyak tekanan, (7/7/2022).

Mundurnya Johnson membuat Amerika Serikat (AS) sedikit lega karena sebelumnya hubungan kedua negara ini sempat menegang, terutama akibat Brexit.

AS kini berharap Partai Konservatif bisa menemukan sosok pengganti Johnson yang lebih baik.

Presiden AS Joe Biden buka suara mengenai keputusan Johnson meletakkan jabatannya.

Biden mengatakan AS akan terus melanjutkan "kerja sama erat" dengan Inggris dan sekutu lainnya dalam hal yang amat krusial, termasuk konflik di Ukraina.

Kata Biden, "hubungan istimewa" antara rakyat AS dan rakyat Inggris "tetap kuat dan bertahan lama".

"Ketika situasi menjadi lebih tenang di London, mundurnya Johnson akan lebih banyak berdampak baik daripada buruk bagi hubungan AS-Inggris," kata Charles Kupchan, pakar politik yang pernah menjadi penasihat Barack Obama, dikutip dari The Guardian.

"Ini terutama karena Washington membutuhkan sosok kuat yang bisa mengontrol situasi, dan Johnson telah bergerak secara tiba-tiba dari satu krisis ke krisis lainnya. Dia tidak bisa memberikan keberlanjutan dan kekuatan politik yang saat ini amat dibutuhkan oleh AS dan dunia."

Baca: Diminta Mundur, PM Inggris Boris Johnson Bersikeras Pertahankan Jabatan

Johnson memang kurang disukai oleh politikus Partai Demokrat di AS.

Pada tahun 2016 dia mengklaim Presiden Obama sempat meminta patung mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchil disingkirkan dari Ruang Oval di Gedung Putih karena membenci Kekaisaran Inggris.

Sementara itu, pada tahun 2019 Biden menyebut Johnson sebagai "kembaran" Donald Trump yang mendukung keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Baca: Boris Johnson

Namun, Biden dan Johnson pada akhirnya bisa bersatu akibat konflik di Ukraina.

Kedua pemimpin itu sama-sama mengirimkan bantuan kepada Ukraina yang diserbu pasukan Rusia.

AS dan Inggris turut menguatkan aliansi NATO. Selain itu, Inggris juga menjalin kesepakatan dalam bidang keamanan dengan AS dan Australia untuk membendung pengaruh Tiongkok.

Kupchan mengatakan AS awalnya takut bahwa Brexit bakal menjadi awal dari sesuatu yang buruk.

Namun, Johnson membuktikan bahwa perkiraan AS tidak benar.

Baca: Tak Terima Disanksi, Rusia Melarang PM Inggris Boris Johnson Memasuki Negaranya

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyampaikan situasi terbaru tentang Covid-19 di depan Majelis Rendah, London, 21 Februari 2022.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyampaikan situasi terbaru tentang Covid-19 di depan Majelis Rendah, London, 21 Februari 2022. (ELENA FUSCO / AFP / PRU)

"Sesuatu yang tidak diketahui pada saat ini pastinya berkaitan dengan siapa yang selanjutnya [memegang jabatan], dan jika ada yang dikhatirkan Washington, itu tentang Brexit dan protokol Irlandia Utara. Kita benar-benar tidak tahu bagaimana perdana menteri berikutnya akan menangani persoalan itu, tetapi hal terakhir yang ingin diamati AS saat ini adalah ketegangan antara Inggris dan Uni Eropa dan masalah di Irlandia Utara," kata Kupchan.

Bagi Biden, Irlandia adalah persoalan pribadi. Dia memiliki darah Irlandia dan suka mengutip puisi Irlandia.

Pada tahun 1980-an Biden juga menjadi salah satu senator yang mendesak keterlibatan AS yang lebih besar demi mengakhiri konflik di Irlandia Utara.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Boris Johnson di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved