Mundurnya Boris Johnson Dianggap Bisa Perbaiki Hubungan Inggris dengan Uni Eropa

Di bawah Perdana Menteri Johnson, hubungan Inggris dengan Uni Eropa mencapai titik terendah.


zoom-inlihat foto
lambang-uni-eropa.jpg
Wikimedia Commons
Lambang Uni Eropa


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mundurnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dianggap memunculkan harapan baru akan adanya hubungan yang lebih erat antara Inggris dan Uni Eropa.

Di bawah Johnson, hubungan Inggris dengan Uni Eropa memang mencapai titik terendah.

Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin mengungkapkan simpatinya atas pengunduran diri Johnson.

Namun, dia juga menggunakan momen itu untuk menyerukan Inggris agar menghormati hukum internasional dan kesepakatan pasca-Brexit mengenai Irlandia Utara.

Martin mengatakan lengsernya Johnson memunculkan kesempatan untuk melakukan "reset".

"Perdana Menteri Johnson telah memimpin pemerintah Inggris selama periode yang amat sulit, termasuk penanganan dampak Covid-19 dan respons terhadap perang di Ukraina," kata Martin dikutip dari The Guardian.

"Dari sudut pandang personal, saya menyadari bahwa dia telah melalui minggu-minggu yang berat dan saya menyampaikan harapan terbaik saya untuk masa depan dia dan keluarganya, setelah pengumuman pengundurannya."

"Meski Perdana Menteri Johnson dan saya terlibat aktif secara bersama-sama, kami tidak selalu sependapat, dan hubungan di antara pemerintahan kami telah menegang dan mendapat tantangan belakangan ini."

Baca: Boris Johnson

Baca: Sudah Umumkan Mundur, Boris Johnson Masih Ingin Menjabat hingga PM Baru Terpilih

Johnson sempat mengeluarkan UU yang akan membatalkan perjanjian dengan Belgia mengenai hubungan antara Irlandia Utara, wilayah lainnya di Inggris, dan Uni Eropa pada periode pasca-Brexit.

Michel Barnier yang pernah memimpin tim Uni Eropa dalam perundingan dengan Inggris turut berkomentar.

"Pengunduran diri Boris Johnson membuka lembaran baru di dalam hubungan [UE] dengan Inggris. Semoga hubungan ini lebih membangun, lebih menghormati komitmen yang telah dibuat, khusunya mengenai perdamaian dan stabilitas di Irlandia Utara, dan lebih bersahabat dengan rekan-rekan di Uni Eropa. Karena ada banyak sekali yang harus diselesaikan bersama-sama," kata Barnier.

Sementara itu, pemimpin Partai Sinn Féin, Mary Lou McDonald, mengatakan kebijakan Johnson mengenai Irlandia sepenuhnya negatif dan dia dia tak dirindukan.

Baca: Boris Johnson Lengser, Hubungan AS dengan Inggris Bakal Makin Erat?

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson membuat pengumuman di kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, (7/7/2022). Johnson mundur dari posisinya sebagai pemimpin Partai Konservatif.
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson membuat pengumuman di kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, (7/7/2022). Johnson mundur dari posisinya sebagai pemimpin Partai Konservatif. (DANIEL LEAL / AFP)

Ketua Komite Pedagangan Parlemen Eropa, Bernd Lange, turut berkomentar sinis.

"Akhirnya," kata dia. "Akhir dari tontonan yang tidak bermartabat. Boris Johnson sepenuhnya tentang mempertahankan kekuasaan dan egonya sendiri," ujar Lange.

Pada pidato pengundurannya, Johnson sempat menyinggung perbaikan hubungan dengan Uni Eropa.

Seorang diplomat Uni Eropa mengatakan hubungan Inggris dengan Uni Eropa pasca-Brexit telah mencapai titik terendah.

"Pastinya itu menjadi titik rendah," kata dia.

Baca: Diminta Mundur, PM Inggris Boris Johnson Bersikeras Pertahankan Jabatan

"Susah untuk membayangkan bagaimana situasi menjadi lebih buruk daripada ketika berada di bawah Boris Johnson. Kepercayaan telah memudar sampai kepercayaan itu hilang. Oleh Uni Eropa, dia dianggap sebagai rekan yang tidak bisa dipercaya."

Diplomat itu juga berujar bahwa Johnson adalah orang yang rela menyingkirkan seluruh hubungan internasional demi mendapatkan keuntungan politik jangka pendek.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Boris Johnson di sini





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved