TRIBUNNEWSWIKI.COM - Finlandia dan Swedia resmi mengajukan diri menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Rabu (17/5/2022).
Masuknya Finlandia dan Swedia akan menjadi perubahan besar dalam politik kedua negara itu.
Hal ini karena kedua negara itu biasanya memilih tetap netral dalam perpolitikan dunia, bahkan selama Perang Dingin yang berakhir pada dekade 1990-an.
Namun, kedua negara Skandinavia itu kemudian ingin menjadi anggota NATO setelah adanya invasi Rusia ke Ukraina.
"Ini adalah momen bersejarah, yang harus kita gunakan," kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dikutip dari Reuters.
Perwakilan kedua negara itu telah datang ke markas NATO di Belgia untuk memberikan surat lamaran menjadi anggota NATO.
"Saya menyambut hangat permintaan Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO. Kedua negara ini adalah rekan terdekat kami, dan keanggotaan keduanya di NATO akan meningkatkan keamanan kami," kata Stoltenberg.
Baca: Presiden Turki Erdogan Tolak Swedia dan Finlandia Jadi Anggota NATO
Menurutnya, kedua negara itu bakal menguatkan posisi NATO di Laut Baltik.
Proses ratifikasi dari 30 anggota NATO diperkirakan bisa berlangsung hingga 1 tahun.
Turki keberatan
Beberapa waktu lalu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya tidak suka Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO,
"Kami mengikuti perkembangan tentang Swedia dan Finlandia, tetapi kami tidak mendukung," kata Erdogan kepada wartawan, dikutip dari Associated Press, Jumat (13/5/2022).
Erdogan juga menyebutkan alasan di balik ketidaksukaannya terhadap Swedia dan Finlandia.
Menurut dia, Swedia dan negara Skandinavia lainnya diduga mendukung militan Kurdi dan pihak lainnya yang dianggap oleh Turki sebagai teroris.
Dia menyebut Turki tidak akan mengulangi "kesalahannya di masa lalu", yakni ketika negara itu menyetujui masuknya Yunani menjadi anggota NATO tahun 1980.
Baca: Berikan Bantuan Senjata, NATO Siap Dukung Ukraina Lawan Rusia Bertahun-tahun Lamanya
Baca: Jika Swedia & Finlandia Gabung dengan NATO, Rusia Bisa Kerahkan Senjata Nuklir
Erdogan mengatakan masuknya Yunani membuat negara itu, dengan dukungan dari NATO, berseteru dengan Turki.
Kendati demikian, dia belum mengatakan bakal melakukan tindakan yang bisa menghalangi kedua negara itu menjadi anggota NATO.
Keputusan NATO dibuat secara konsensus dengan persetujuan semua anggotanya.
Oleh karena itu, tiap anggota, termasuk Turki, memiliki veto terhadap masuknya suatu negara sebagai anggota.
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki menyebut AS sedang berusaha mengklarifikasi sikap Turki.
Dia percaya bahwa banyak negara anggota NATO yang mendukung keinginan Finladia dan Swedia untuk bergabung.
Baca: Cegah Invasi Rusia Berikutnya, NATO Akan Buat Pangkalan Militer Permanen di Perbatasan
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang NATO di sini