Presiden Turki Erdogan Tolak Swedia dan Finlandia Jadi Anggota NATO

Finlandia dan Swedia ingin segera menjadi anggota NATO setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina.


zoom-inlihat foto
masjid-taksim-004.jpg
PRESIDEN TURKI PRESS SERVICE / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) berbicara selama upacara pembukaan Masjid Taksim di alun-alun Taksim di Istanbul, Turki, pada 28 Mei 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya tidak suka Finlandia dan Swedia bergabung dengan NATO, Jumat (13/5/2022).

"Kami mengikuti perkembangan tentang Swedia dan Finlandia, tetapi kami tidak mendukung," kata Erdogan kepada wartawan, dikutip dari Associated Press.

Erdogan juga menyebutkan alasan di balik ketidaksukaannya terhadap Swedia dan Finlandia.

Menurut dia, Swedia dan negara Skandinavia lainnya diduga mendukung militan Kurdi dan pihak lainnya yang dianggap oleh Turki sebagai teroris.

Dia menyebut Turki tidak akan mengulangi "kesalahannya di masa lalu", yakni ketika negara itu menyetujui masuknya Yunani menjadi anggota NATO tahun 1980.

Erdogan mengatakan masuknya Yunani membuat negara itu, dengan dukungan dari NATO, berseteru dengan Turki.

Kendati demikian, dia belum mengatakan bakal melakukan tindakan yang bisa menghalangi kedua negara itu menjadi anggota NATO.

Baca: Jika Swedia & Finlandia Gabung dengan NATO, Rusia Bisa Kerahkan Senjata Nuklir

Bendera Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Bendera Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO). (OFFICIAL EMBLEM OF NATO/WIKIMEDIA)

Keputusan NATO dibuat secara konsensus dengan persetujuan semua anggotanya.

Oleh karena itu, tiap anggota, termasuk Turki, memiliki veto terhadap masuknya suatu negara sebagai anggota.

Finlandia dan Swedia ingin segera menjadi anggota NATO setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina.

Dengan menjadi anggota NATO, keduanya bisa merasa lebih aman dari potensi invasi Rusia.

Warga kedua negara juga dilaporkan menginginkan negara mereka menjadi anggota NATO dan meninggalkan politik "nonblok".

Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada hari Jumat melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Magdalena Andersson dan Presiden Finladina Sauli Niinisto.

AS menyatakan Biden mendukung kebijakan "Pintu Terbuka" dari NATO dan hak Finlandia dan Swedia untuk memutuskan sendiri masa depan mereka.

Baca: Berikan Bantuan Senjata, NATO Siap Dukung Ukraina Lawan Rusia Bertahun-tahun Lamanya

Baca: Mulai Muak, Putin Beri Ancaman Serangan Secepat Kilat Jika NATO Berani Campur Tangan di Ukraina

Finlandia mengatakan ketiga negara itu memiliki keprihatinan yang sama tentang invasi Rusia ke Ukraina.

"Presiden Niinisto melanjutkan langkah berikutnya dari Finlandia untuk menjadi anggota NATO. Presiden Niisto berkata kepada Biden bahwa Finlandia sangat menghargai semua dukungan dari AS," demikian pernyataan dari kantor Niinisto.

Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki menyebut AS sedang berusaha mengklarifikasi sikap Turki.

Dia percaya bahwa banyak negara anggota NATO yang mendukung keinginan Finladia dan Swedia untuk bergabung.

Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken dijadwalkan bertemu dengan para perwakilan anggota NATO, termasuk Perdana Menteri Turki, pekan ini di Jerman.

Baca: Cegah Invasi Rusia Berikutnya, NATO Akan Buat Pangkalan Militer Permanen di Perbatasan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang NATO di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved