TRIBUNNEWSWIKI.COM - Salah satu sekutu terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia bisa saja mengerahkan senjata nuklir dan rudal hipersonik di Eropa jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO.
Belakang ini kedua negara Eropa itu mempertimbangkan menjadi negara anggota NATO.
Finlandia yang merupakan tetangga Rusia dilaporkan bakal memberikan keputusan dalam beberapa pekan mendatang.
Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Rusia harus memperkuat angkatan darat, laut, dan udaranya di Laut Baltik jika kedua negara itu diterima menjadi anggota NATO.
Medvedev juga menyebutkan kemungkinan pengerahan senjata nuklir Rusia di Baltik.
Menurutnya, tidak akan ada lagi pembicaraan zona bebas nuklir di Baltik.
"Tidak akan ada lagi pembicaraan mengenai nuklir, status bebas [nuklir] bagi wilayah Balkan, keseimbangan harus dikembalikan," kata Medvedev yang pernah menjadi Presiden Rusia dari tahun 2008 hingga 2012, dikutip dari Reuters, (15/4/2022).
Baca: North Atlantic Treaty Organization (NATO)
Baca: Desak Pemimpin Dunia Hentikan Rusia, Presiden Ukraina: Sebelum Jadi Bencana Nuklir
Oleh karena itu, dia berharap Finlandia dan Swedia mempertimbangkan kembali keinginannya bergabung dengan NATO.
Kata Medvedev, jika kedua negara itu tetap nekat menjadi anggota NATO, rakyat di kedua negara itu harus hidup berdekatan dengan senjata nuklir dan rudal hipersonik.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) turut buka suara menanggapi ancaman Rusia itu.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan, "Pintu NATO yang terbuka adalah sebuah pintu yang terbuka."
Jubir Deplu AS Ned Price menyebut ekspansi NATO akan mendorong stabilitas di Eropa, bukan sebaliknya.
Lithuania mengatakan ancaman Rusia bukanlah hal baru. Kata Ukraina, negara yang kini dipimpin Putin itu telah mengerahkan nuklir ke Kaliningrad jauh sebelum krisis Ukraina muncul.
Baca: Invasi Rusia ke Ukraina, Putin Perintahkan Pasukan Strategisnya, Termasuk Senjata Nuklir Siaga Penuh
"Senjata nuklir telah disimpan di Kaliningrad. Masyarakat internasional, negara-negara di kawasan itu, mengetahuinya," kata Menteri Pertahanan Lithuania Arvydas Anusauskas.
"Mereka menggunakannya sebagai ancaman," kata dia menambahkan.
Kendati demikian, NATO sendiri belum menanggapi ancaman yang dilontarkan oleh Rusia.
Finlandia medeka dari Rusia pada tahun 1917 dan sempat dua kali berperang dengan Rusia.
Pada hari Kamis, Finlandia mengumumkan adanya latihan perang di Finlandia barat bersama Inggris, AS, Latvia, dan Estonia.
Sementara itu, Swedia belum berperang selama 200 tahun terakhir. Negara itu, mendukung adanya demokrasi dan pembatasan senjata nuklir.
Baca: Rusia Hancurkan Laboratorium PLTN Chernobyl yang Tangani Limbah Nuklir
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang NATO di sini