Ribuan Hewan Ternak Terjangkit Penyakit Mulut & Kuku, Bisa Menulari Manusia? Ini Penjelasannya

Ribuan hewan ternak di Jawa Timur terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK)


zoom-inlihat foto
Kementan-telah-melakukan-upaya.jpg
Kementan
Kementan telah melakukan upaya mengatasi kejadian munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. -- Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan tidak menular ke Manusia. Ini gejala PMK pada sapi, kambing, domba, babi dan cara pencegahannya.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jawa Timur digegerkan dengan adanya 1.247 sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Hewan ternak yang terjangkit penyakit ini ditemukan di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Pada mulanya penyakit mulut dan kuku ini diketahui hanya terdapat di 5 kecamatan di Kabupaten Gresik

Namun, saat ini jumlah kasus terkonfirmasi bertambah sampai ke tujuh kecamatan.

Sebanyak 729 ekor sapi, dari total populasi sapi di kandang 959 ekor, terindikasi terkena PMK.

Di Gresik terdapat 13 ekor sapi yang mati akibat terserang PMK.

Lantas apakah penyakit ini bisa menular kepada manusia ?

Baca: Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang Serang Ribuan Hewan Ternak di Jawa Timur?

Baca: Viral Video Pria Dipersekusi dengan Kotoran Sapi di Gresik, 3 Orang Dipanggil Polisi

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB, drh. Supratikno, menyatakan sampai saat ini belum ada laporan penularan  kepada manusia.

Di luar negeri pernah ada laporan kasus PMK yang sangat rendah penularannya dan berasal dari orang yang meminum susu mentah dari hewan penderita.

Supratikno menjelaskan masalah ini lebih berdampak kepada sektor ekonomi, seperti dilansir dari Kompas.com.

"PMK lebih ke dampak ekonomi akibat ternak yang terserang," ujar Supratikno.

Penularan penyakit PMK ini dapat terjadi melalui beberapa faktor, seperti udara, makanan, dan kontak langsung dengan hewan penderita.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (mengusap kepala sapi), saat mengunjungi peternakan sapi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Sabtu (7/5/2022).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (mengusap kepala sapi), saat mengunjungi peternakan sapi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Sabtu (7/5/2022). (KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAH)

 

Dosen IPB ini juga mengungkapkan tingkat kesakitan sangat tinggi pada ternak, tetapi tingkat kematian relatif rendah akibat infeksi sekunder yang tidak ditangani.

"Kematian biasanya terjadi pada hewan muda," imbuh dia.

Lantas apa itu penyakit mulut dan kuku atau PMK ?

PMK atau dikenal juga sebagai foot and mouth disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus, dikutip dari Portal Kabupaten Bogor.

Penyebab PMK adalah virus tipe A dari famili Picornaviridae, genus Apthovirus.

Masa inkubasi virus ini adalah 2-14 hari (masa sejak hewan tertular penyakit sampai timbul gejala penyakit).

Adapun jenis hewan yang rentan tertular adalah sapi, kerbau, unta, gajah, rusa, kambing, domba, dan babi.

Baca: Inilah Penyakit yang Mengintai Usai Lebaran, Begini Cara Ampuh untuk Menghindarinya

Baca: Hepatitis Akut Disebut Tak Miliki Potensi Jadi Pandemi, Ini Penjelasannya







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved