Putin Menuding Barat Hasut Ukraina untuk Bunuh Jurnalis Rusia Bernama Solovyev

Putin menuduh Barat telah menghasut Ukraina untuk membunuh jurnalis TV dan radio paling terkenal di Rusia, bernama Solovyev.


zoom-inlihat foto
Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-5656.jpg
Mikhail KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin menuding Barat berusaha menghancurkan Rusia pada Senin (25/4/2022).

Putin menuntut jaksa mengambil tindakan tegas atas plot yang dibuat oleh mata-mata asing, guna memecah negara dan mendiskreditkan angkatan bersenjatanya.

Putin dengan diawasi menteri pertahanannya, berbicara kepada jaksa tinggi Rusia, ia menuduh Barat menghasut Ukraina untuk merencanakan serangan terhadap wartawan Rusia.

Kendati demikian, tuduhan tersebut telah dibantah oleh Kyiv.

Putin mengatakan penerus utama KGB era Soviet, Layanan Keamanan Federal (FSB), telah mencegah upaya pembunuhan oleh "kelompok teroris" terhadap jurnalis TV Rusia Vladimir Solovyev, Senin kemarin.

"Mereka telah pindah ke teror - untuk merencanakan pembunuhan jurnalis kami," kata Putin tentang Barat, dikutip Tribunnews.com dari CNA.

Menurut Putin, mantan mata-mata KGB yang telah memerintah Rusia sebagai pemimpin tertinggi sejak hari terakhir tahun 1999, tidak segera memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya dan Reuters tidak dapat segera memverifikasi tuduhan tersebut.

Seorang pria berjalan dengan tas makanan yang diberikan untuk tentara Ukrania di Bucha, barat laut Kyiv, pada 2 April 2022, di mana walikota mengatakan 280 orang telah dikuburkan di kuburan massal dan kota itu dipenuhi dengan mayat. - Ukraina telah mendapatkan kembali kendali atas
Seorang pria berjalan dengan tas makanan yang diberikan untuk tentara Ukrania di Bucha, barat laut Kyiv, pada 2 April 2022, di mana walikota mengatakan 280 orang telah dikuburkan di kuburan massal dan kota itu dipenuhi dengan mayat. - Ukraina telah mendapatkan kembali kendali atas "seluruh wilayah Kyiv" setelah invasi pasukan Rusia mundur dari beberapa kota penting dekat ibukota Ukraina, kata wakil menteri pertahanan hari ini. (Photo by RONALDO SCHEMIDT / AFP) (RONALDO SCHEMIDT / AFP)

Baca: Rusia Minta AS Berhenti Kirim Senjata ke Ukraina: Seperti Menyiramkan Minyak ke Api

Adapun, Kepala FSB Alexander Bortnikov menyebut, sekelompok enam warga negara Rusia neo-nasionalis telah merencanakan untuk membunuh Solovyev, yakni salah satu jurnalis TV dan radio paling terkenal di Rusia.

Pembunuhan itu direncanakan atas perintah Layanan keamanan Negara (SBU) Ukraina.

Namun, hal itu langsung ditepis oleh SBU. Pihaknya membantah tuduhan tersebut, yang katanya hanyalah fantasi yang dibuat oleh Moskow.

"SBU tidak memiliki rencana untuk membunuh V Solovyev," katanya dalam sebuah pernyataan.

Solovyev, pembawa acara talk show yang tamunya kerap merendahkan Ukraian dan membenarkan tindakan Moskow, disebut berterima kasih kepada FSB.

Baca: Kecam Invasi Rusia, Sejumlah Delegasi G20 Pilih Walkout dari Rapat yang Dipimpin Sri Mulyani

Rusia Jadi Target

Putin menyebut Barat telah menyadari bahwa Ukraina tak bisa mengalahkan Rusia dalam perang, sehingga telah pindah ke rencana yang berbeda, yakni penghancuran Rusia itu sendiri.

"Tugas lain telah mengemuka: Untuk memecah masyarakat Rusia dan menghancurkan Rusia dari dalam," kata Putin.

"Ini tidak bekerja," tegasnya.

Putin menambahkan, mata-mata Barat menggunakan organisasi media asing dan media sosial untuk memprovokasi terhadap angkatan bersenjata Rusia.

Presiden Rusia itu menegaskan tanpa memberikan contoh spesifik, bahwa jaksa harus bereaksi cepat terhadap berita dan laporan palsu, yang merusak ketertiban..

"Mereka sering diorganisir dari luar negeri, diorganisir dengan cara yang berbeda - baik informasinya berasal dari sana atau uangnya," kata Putin.

Putin mengatakan, jaksa harus memerangi ekstremisme "lebih aktif".





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved