Rusia Minta AS Berhenti Kirim Senjata ke Ukraina: 'Seperti Menyiramkan Minyak ke Api'

Menurut Antonov, ada konsekuensi yang yang bakal muncul jika senjata terus digelontorkan ke Ukraina.


zoom-inlihat foto
Staf-Angkatan-Udara-Amerika-Serikat.jpg
HANDOUT / US AIRFORCE / AFP
Staf Angkatan Udara Amerika Serikat dari 60th Aerial Port Squadron sedang memuat kargo ke dalam Boeing 757 di Pangkalan Udara Travis, California, 22 Januari 2022. Sejak tahun 2014, Amerika telah berkomitmen memberikan bantuan kepada Ukrainan, termasuk bantuan militer dan nonmiliter.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Duta Besar Rusia, Anatoly Antonov, mendesak Amerika Serikat (AS) untuk berhenti mengirimkan senjata ke Ukraina, (25/4/2022).

Menurut Antonov, ada konsekuensi yang yang bakal muncul jika senjata terus digelontorkan ke Ukraina.

Pengiriman senjata oleh Barat, kata Rusia, justru akan membuat konflik makin besar dan memunculkan korban lebih banyak.

Invasi Rusia ke Ukraina sudah berlangsung lebih dari dua bulan dan menewaskan ribuan warga sipil.

Konflik dua negara bertetangga itu juga dikhawatirkan akan memperbesar ketegangan antara dua negara pemilik nuklir terbanyak, AS dan Rusia.

AS berulang kali mengatakan tidak akan mengirimkan pasukannya ataupun pasukan NATO untuk membantu Ukraina.

Sebagai gantinya, AS dan sekutunya mengirimkan banyak senjata ke negara bekas Uni Soviet itu.

Baca: AS Kirimkan Bantuan Drone Hantu ke Ukraina, Dirancang Khusus untuk Menyerang

Peluncur roket BM-21
Peluncur roket BM-21 "Grad" milik Ukraina meluncurkan roket ke arah pasukan Rusia di Donbas, 10 April 2022. (ANATOLII STEPANOV / AFP)

Senjata tersebut di antaranya pesawat tanpa awak, meriam Howitzer, rudal antipesawat jenis Stinger, dan rudal antitank jenis Javelin.

Menurut Antonov, pengiriman senjata seperti bertujuan melemahkan militer Rusia.

Kendati demikian, kata dia, pengiriman senjata juga memperburuk konflik di Ukraina dan menghalangi kesepakatan perdamaian.

"Yang orang Amerika kini lakukan adalah menyiramkan minyak ke api," kata Antonov kepada Rossiya 24, dikutip dari Reuters.

"Saya hanya melihat adanya upaya untuk memperbesar taruhan, untuk memperburuk situasi, untuk melihat lebih banyak korban."

Baca: Jerman Bakal Gelontorkan Bantuan Militer Lebih dari €1 Miliar untuk Ukraina

Baca: Joe Biden Berikan Bantuan Militer Sebesar 800 Juta Dolar AS kepada Ukraina

Kata dia, surat diplomatik telah dikirimkan kepada Washington. Surat itu berisi kekhawatiran yang saat ini dirasakan Rusia.

Namun, menurut Antonov, hingga saat ini belum ada balasan dari Washington.

"Kami menekankan situasi yang saat ini tidak bisa ditoleransi, ketika AS menggelontorkan senjata ke Ukraina, dan kami mendesak praktik ini dihentikan," kata dia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin sempat mengunjungi Kiev pada hari Minggu lalu.

Kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, mereka mengatakan adanya bantuan militer baru senilai lebih dari $322 juta untuk Ukraina.

Dengan demikian, total bantuan AS untuk Ukraina semenjak invasi dimulai mencapai $3,7 miliar.

Baca: Menjelang Serangan Besar Rusia, Ukraina Bersiap dan Minta Lebih Banyak Bantuan

Pada hari Minggu pekan lalu, Presiden AS Joe Biden berjanji akan memberikan tambahan bantuan militer sebesar $800 kepada Ukraina.

Biden juga akan meminta DPR agar menyetujui lebih banyak bantuan yang akan dikirimkan untuk membantu militer Ukraina.

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved