TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy meminta seluruh warga dunia berkumpul ramai-ramai pada hari Kamis, (24/3/2022), untuk menunjukkan dukungan kepada Ukraina.
Warga dunia diminta membantu Ukraina yang sudah sebulan diinvasi Rusia.
Menurutnya, invasi Rusia ke Ukraina telah "menghancurkan hati setiap orang di planet ini".
Selain itu, Zelenskiy mengatakan bakal berbicara dengan NATO demi meminta bantuan untuk Ukraina.
Bantuan tersebut termasuk senjata apa pun yang bisa digunakan untuk melawan pasukan Rusia.
"Datanglah ke alun-alun dan jalan. Buat dirimu terlihat dan bisa didengar," kata Zelenskiy dalam bahasa Inggris melalui video yang diunggah pada hari Rabu, dikutip dari Associated Press.
"Katakan bahwa setiap orang penting. Kebebasan penting. Perdamaian penting. Ukraina penting."
Baca: Ed Sheeran hingga Camila Cabello Bakal Gelar Konser Amal untuk Pengungsi Ukraina
Rusia sudah melancarkan invasinya sejak 24 Februari lalu dan dianggap sebagai serangan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
NATO memperkirakan sudah ada 7.000 hingga 15.000 tentara Rusia yang tewas dalam invasi ke Ukraina.
Jumlah ini termasuk besar. Sebagai perbandingan, Rusia kehilangan sekitar 15.000 personel selama perang 10 tahun di Afganistan.
Seorang pejabat senior NATO mengatakan perkiraan ini didasarkan pada informasi dari pihak Ukraina, pihak Rusia, dan data intelijen.
Pada tanggal 2 Maret lalu Rusia menyebut telah ada 500 personelnya yang tewas dan ada sekitar 1.600 yang terluka.
Baca: Tentara Rusia Terancam Kelaparan & Kekurangan Amunisi, Ukraina Khawatir Putin Gunakan Senjata Kimia
Sementara itu, pihak Ukraina hanya sedikit memberikan informasi tentang jumlah tentaranya yang tewas.
Namun, Zelenskiy dua pekan lalu mengatakan telah ada 1.300 tentara Ukraina yang tewas saat bertugas.
Ukraina juga mengklaim telah membunuh enam jenderal Rusia. Kendati demikian, Rusia mengaku hanya ada satu jenderal yang tewas.
Pasukan Ukraina dilaporkan mempertahankan negaranya dengan gigih dan membuat tentara Rusia kewalahan.
Gerak maju pasukan Rusia dilaporkan terhenti atau diperlambat oleh satuan tempur Rusia yang dibekali senjata dari negara-negara Barat.
Oleh karena itu, Rusia kini menggunakan taktik bombardir atau serangan dari jauh.
Baca: Sebut Pengeboman di Ukraina Mirip Serangan Nazi Jerman, Presiden Polandia: Tanpa Ampun
Baca: Jokowi Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Buat Pusing Semua Negara
Seorang pejabat pertahanan AS pada hari Rabu mengatakan angkatan darat Rusia sedang menggali parit pertahanan yang berada 15 hingga 20 km di luar Kiev.
Hal ini dilakukan karena mereka tidak membuat banyak perkembangan dalam gerak majunya ke arah Kiev.
Pejabat tersebut mengatakan pasukan Rusia sepertinya tidak lagi berusaha bergerak ke arah Kiev.
Selain itu, di beberapa area di timur Kiev, pasukan Ukraina dilaporkan telah memukul mundur pasukan Rusia hingga jarak yang lebih jauh.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini