Tentara Rusia Terancam Kelaparan & Kekurangan Amunisi, Ukraina Khawatir Putin Gunakan Senjata Kimia

Ukraina sebut tentara Rusia kehabisan amunisi dan terancam kelaparan. Namun, justru dikhawatirkan Putin bakal gunakan senjata kimia untuk menyerang.


zoom-inlihat foto
Tentara-Rusia-memasang-bendera-Uni-Sovyet.jpg
Ist
Tentara Rusia memasang bendera Uni Sovyet pada kendaraan lapis baja mereka.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Militer Ukraina mengklaim bahwa pasukan Rusia disebut hanya memiliki tiga hari persediaan logistik yang tersisa.

Pasukan Vladimir, dikatakan hanya tinggal memiliki pasokan untuk tiga hari lagi yakni pasokan bahan bakar, makanan dan amunisi yang tersisa untuk melakukan perang.

Hal itu dikatakan komandan militer Ukraina bahwa rantai pasokan Rusia telah rusak.

“Kami benar-benar berpikir bahwa pasukan Rusia telah menggunakan banyak bahan termasuk kategori senjata tertentu dan kami telah melihat laporan terisolasi dari unit tertentu yang kekurangan pasokan dalam satu atau lain jenis,” kata pejabat itu, dikutip Tribunnews dari The Sun, Rabu (23/3/2022).

“Ini konsisten dengan kemajuan yang terhenti. Kegagalan dalam rantai logistik menjadi salah satu alasan mengapa mereka tidak seefektif yang mereka harapkan,” ujar pejabat.

Para pejabat Barat menggambarkan hal ini sebagai situasi masuk akal yang terjadi pada pasukan Putin.

Selain itu, pasukan Moskow pun terpantau mundur di daerah-daerah termasuk Makariv, dekat Kyiv.

Akan tetapi, hal itu justr menimbulkan kekhawatiran apabila Vladimir Putin dapat beralih ke senjata kimia.

Foto dari satelit Maxar yang dirilis tanggal 10 Maret 2022 menunjukkan PLTN Chernobyl di Pripyat, Ukraina.
Foto dari satelit Maxar yang dirilis tanggal 10 Maret 2022 menunjukkan PLTN Chernobyl di Pripyat, Ukraina. (SATELLITE IMAGE ©2022 MAXAR TECHNOLOGIES / AFP)

Baca: Sebut Pengeboman di Ukraina Mirip Serangan Nazi Jerman, Presiden Polandia: Tanpa Ampun

Seperti diketahui Ukraina telah mengerahkan taktik 'tabrak lari' guna menghancurkan terhadap tank musuh.

Media Rusia Sebut Hampir 10.000 Tentara Putin Tewas selama Invasi Ukraina, tapi Langsung Dihapus

Sementara itu, Tabloid pro-Kremlin, Komsomolskaya Pravda menerbitkan sebuah artikel yang mengklaim 9.861 anggota angkatan bersenjata Rusia telah tewas dalam invansinya ke Ukraina, dan 16.153 lainnya terluka.

Kabar tersebut diklaim mengutip dari Kementerian Pertahanan Rusia, menurut versi arsip artikel dan tangkapan layar dari Wall Street Journal dan wartawan ABC News.

Angka tersebut tidak secara resmi dirilis atau dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan, yang merahasiakan jumlah korban, seperti dikutip Forbes.

Adapun, Kementerian Pertahanan menerbitkan erkiraan resmi jumlah militer yang tewas pada 2 Maret 2022 yang mengklaim 498 tentara tewas dan 1.597 terluka.

Baca: AS Sebut Kekuatan Tempur Rusia Turun 90 Persen sejak Invasi ke Ukraina Dimulai

Di sisi lain, bunyi paragraf yang memuat info jumlah tentara Rusia yang tewas itu tidak lagi muncul dalam sebuah artikel di situs Komsomolskaya Pravda, terpantau Senin malam (21/3/2022).

Selain itu, Pejabat Barat dan Ukraina berpikir jumlah korban Rusia sebenarnya jauh lebih besar daripada yang dirilis pemerintah.

Intelijen AS secara konservatif memperkirakan sebanyak 7.000 dari 150.000 tentara Rusia yang dikerahkan di Ukraina telah tewas per 16 Maret 2022, New York Times melaporkan.

Sedangkan Ukraina, mengklaim sekitar 15.000 tentara rusia telah tewas. Walaupan angka tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak independen mana pun.

Baca: Rusia Hancurkan Laboratorium PLTN Chernobyl yang Tangani Limbah Nuklir

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)

Baca selengkapnya terkait perang Rusia vs Ukraina di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved