TRIBUNNEWSWIKI.COM - Televisi asal Britania raya Independent Television (ITV) berencana mengadakan konser amal untuk membantu pengungsi Ukraina.
Hal itu lantaran mereka prihatin melihat kondisi warga Ukraina yang mengungsi di wilayah perbatasan.
Mengundang sejumlah penyanyi ternama yakni Ed Sheeran hingga Camila Cabello, konser tersebut rencananya bakal digelar pada 29 Maret 2022 mendatang di Resort World Arena, Brimingham.
"Hati saya hancur untuk rakyat Ukraina. Ketika pengungsi dari Ukraina bergabung dengan jutaan orang terlantar lainnya di seluruh dunia, kita semua memiliki tanggung jawab,” ujar penyanyi Cabello.
Mengutip Tribunnews.com, tidak hanya menampilkan dua penyanyi populer tersebut, dalam pertunjukan amal ini, sejumlah nama lain juga turut memeriahkan panggung konser untuk Ukraina.
Nama-nama ini termasuk Emeli Sandé, Gregory Porter dan Snow Patrol.
Baca: Jika Tak Ada Halangan, Presiden Rusia Vladimir Putin Bakal Hadiri KTT G20 di Indonesia
Kabar terkait konser amal tersebut pun turut dibenarkan oleh Sandé.
Sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritasnya untuk para pengungsi Ukraina, dalam konser amal tersebut, Sandé dan sejumlah penyanyi lain bakal menyanyikan beberapa judul lagu.
“Saya akan bernyanyi untuk mencoba membantu setiap manusia yang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan dalam solidaritas dengan mereka yang didiskriminasi secara rasial bahkan dalam krisis kemanusiaan ini,” tambah Sandé.
Melansir The Guardian, konser amal untuk pengungsi Ukraina ini rencananya bakal digelar selama dua jam.
Yang mana, hasil sponsor, iklan dan sumbangan yang di dapat dari acara ini sepenuhnya akan diserahkan ke Komite Darurat Bencana (DEC) Ukraina.
Tercatat hingga sejauh ini dana yang sudah berhasil didapatkan ITV telah mencapai lebih dari 200 juta pound. Dana tersebut akan digunakan DEC untuk memenuhi segala kebutuhan makanan, air, tempat tinggal hingga bantuan medis para pengungsi Ukraina yang berada di negara tetangga.
Baca: AS Sebut Kekuatan Tempur Rusia Turun 90 Persen sejak Invasi ke Ukraina Dimulai
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
Baca selengkapnya terkait krisis Ukraina di sini