Aksi Balasan, Rusia Jatuhkan Sanksi kepada Joe Biden & Politikus AS Lainnya

Rusia menjatuhkan sanksi kepada banyak politikus AS, termasuk Joe Biden.


zoom-inlihat foto
Joe-Biden-Putin.jpg
MARTIAL TREZZINI / POOL / AFP
Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menaiki pesawat Air Force One Boeing 747 setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Bandara Cointrin, Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS), termasuk Presiden Joe Biden, Selasa (15/3/2022).

Sanksi ini makin meningkatkan ketegangan antara AS dan Rusia yang sebenarnya sudah meninggi akibat invasi di Ukraina.

Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Rusia, ada beberapa individu baru yang dimasukkan ke dalam daftar larangan masuk ke Rusia.

Dikutip dari CNN International, (16/3/2022), mereka yang dijatuhi sanksi antara lain Joe Biden, Menlu Anthony Blinken, Menhan Lloyd Austin, Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, Penasihat Nasional Jake Sullivan, Direktur CIA William Burns, dan Jubir Gedung Putih Jen Psaki.

Tak hanya itu, sanksi juga menyasar orang-orang yang kini tidak berada dalam pemerintahan, misalnya putra Biden, Hunter Biden, dan mantan capres Hillary Clinton.

Kendati demikian, sanksi ini kemungkinan besar hanya simbolis karena politikus AS dikabarkan akan segera mengunjungi Rusia untuk membicarakan masalah Ukraina.

Biden dan para politikus dalam pemerintahannya telah menyebutkan kemungkinan adanya pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca: Dihujani Sanksi, Rusia Terancam Tak Bisa Lunasi Utang, IMF: Tak Akan Picu Krisis Keuangan Dunia

Baca: Hadapi Sanksi Bertubi-tubi, Vladimir Putin Tetap Tenang : Semua Bisa Kita Selesaikan

Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria di Kremlin, 1 Februari 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin saat konferensi pers bersama Perdana Menteri Hungaria di Kremlin, 1 Februari 2022. (YURI KOCHETKOV / POOL / AFP)

Biden juga telah bertanya kepada Putin apakah dia benar-benar serius menggunakan jalan diplomatik untuk menyelesaikan persoalan di Ukraina.

Menlu Rusia mengatakan sanksi itu adalah tanggapan terhadap sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh AS beberapa pekan lalu.

Rusia diperkirakan bakal menjatuhkan sanksi lainnya atau menambah daftar individu yang dikenai sanksi.

Pejabat militer, anggota DPR, pengusaha, pakar, dan pihak media dari AS kemungkinan juga bakal kena hukuman.

Menurut Rusia, individu yang dijatuhi sanksi adalah mereka yang "phobia terhadap Rusia" dan "menyumbang kebencian terhadap Rusia".

Baca: Warga Rusia Mulai Rasakan Dampak Hujan Sanksi: Harga Melonjak hingga Susah Tarik Uang

Namun, Kemenlu Rusia mengatakan pemerintah Rusia tidak akan menolak upaya untuk menjaga hubungan di antara kedua negara apabila AS bisa memberikan apa yang diinginkan oleh Rusia.

Menurut pernyataan Kemenlu Rusia, sanksi itu untuk melindungi ekonomi Rusia dan memastikan adanya perkembangan yang berkelanjutan.

AS melalui Jubir Gedung Putih Jen Psaki menanggapi sanksi Rusia ini.

Menurutnya, sanksi tersebut tidak akan berdampak besar terhadap orang-orang yang dijatuhi sanksi.

"Tidak ada satu pun dari kami yang berencana piknik ke Rusia. Tidak ada satu pun dari kami yang punya rekening bank yang tidak akan bisa kami akses, jadi kami akan terus maju ke depan," kata Psaki dikutip dari CNN.

Selain itu, Psaki yakin bahwa AS tetap bisa terus berkomunikasi dengan Rusia baik secara langsung maupun tidak langsung.

Baca: Sanksi Ekonomi Karena Menginvasi Ukraina, Bank Terbesar Rusia di Eropa Terancam Bangkrut

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved