Warga Rusia Mulai Rasakan Dampak 'Hujan Sanksi': Harga Melonjak hingga Susah Tarik Uang

Warga Rusia mengeluhkan sistem pembayaran yang tidak bisa digunakan, susahnya menarik uang, hingga sulitnya membeli sejumlah barang.


zoom-inlihat foto
Warga-Ukraina-yang-berdomisili.jpg
JUNG YEON-JE / AFP
Warga Ukraina yang berdomisili di Korea Selatan melakukan aksi unjuk rasa menentang invasi Rusia ke Ukraina, di dekat Kedutaan Rusia di Seoul, Senin (28/2/2022).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rusia kini dihujani banyak sanksi oleh negara-negara Barat karena nekat menyerbu Ukraina.

Dampak sanksi dilaporkan mulai dirasakan oleh warga Rusia.

Mereka mengeluhkan sistem pembayaran yang tidak bisa digunakan, susahnya menarik uang, hingga sulitnya membeli sejumlah barang.

Apple Pay, misalnya, telah menghentikan operasionalnya di Rusia sehingga warga Rusia tidak bisa menggunakannya.

"Selain itu, di satu supermarket, mereka membatasi jumlah barang kebutuhan pokok yang bisa dibeli seseorang," kata penduduk Moskow bernama Tayana Usmanova dikutip dari Associated Press, (3/3/2022).

Berbagai perusahaan internasional telah menghentikan bisnisnya di Rusia untuk sementara.

Bahkan, perusahaan film Amerika Serikat (AS) juga memutuskan menunda peluncuran film mereka di Rusia.

Baca: Sanksi Ekonomi Karena Menginvasi Ukraina, Bank Terbesar Rusia di Eropa Terancam Bangkrut

Pengunjuk rasa memegang poster yang bertuliskan
Pengunjuk rasa memegang poster yang bertuliskan "Keluarkan Rusia dari Swift" saat memprotes invasi Rusia ke Ukraina, Sabtu (26/2/2022), di depan Kedutaan Rusia di Wina, Austria. (HANS PUNZ / APA / AFP)

Dalam dunia keuangan, bank-bank Rusia telah dikeluarkan dari sistem pembayaran internasional SWIFT.

Hal ini membatasi ekspor barang-barang ke Rusia dan mencegah Rusia menggunakan cadangan devisanya.

Antrean panjang dilaporkan terjadi ATM di Moskow dan sejumlah kartu kredit tidak bisa digunakan.

Seorang warga Kota Yaroslavl, Irina Biryukova, mengatakan dia kesulitan menyetor sejumlah uang untuk disimpan ke dalam rekening bank miliknya.

"Mayoritas ATM (di bank ini) tidak bisa digunakan untuk menyetor uang simpanan," kata Biryukova.

Baca: Perusahaan AS Ramai-Ramai Jatuhkan Sanksi kepada Rusia, dari Apple hingga Google

Selain itu, harga makanan dilaporkan mulai melonjak. Beberapa barang juga susah didapatkan karena beberapa perusahaan luar negeri menghentikan penjualan barangnya.

Seorang politikus oposisi di Rusia, Yulia Galyamina, menggambarkan keadaan Rusia saat ini melalui akun Facebook, Rabu (2/3/2022).

"Kami menghadapi harga-harga yang naik, PHK besar-besaran, penangguhan pembayaran atau pensiun," kata Galyamina.

"Obat-obatan dan peralatan kesehatan angka.

Sementara itu, untuk mencegah warga panik, pemerintah Rusia meluncurkan laman yang berjudul "Kami menjelaskan".

Baca: Invasi Rusia-Ukraina, Pasukan Terjun Payung Mendarat di Kharkiv, Serangan Bertubi-tubi di 3 Penjuru

Laman itu menjelaskan bahwa berbagai bidang kehidupan masih bisa berjalan di Rusia meski ada sanksi dari Barat.

Kendati demikian, beberapa warga Rusia saat ini mengaku tidak terlalu mencemaskan adanya sanksi.

Mereka lebih mencemaskan serangan brutal yang dilakukan militer Rusia di Ukraina.







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved