Sanksi Ekonomi Karena Menginvasi Ukraina, Bank Terbesar Rusia di Eropa Terancam Bangkrut

Atas keputusan Rusia menginvasi Ukraina, nasabah Sberbank di Eropa ramai menarik uang mereka dan membuat bank tersebut terancam bangkrut.


zoom-inlihat foto
Sberbank.jpg
The Moscow Times
Sanksi Ekonomi Karena Menginvasi Ukraina, Bank Terbesar Rusia di Eropa Terancam Bangkrut


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bank terbesar di Rusia, Sberbank, mengumumkan keluar dari pasar Eropa bersamaan dengan sederet sanksi yang dijatuhkan kepadanya dan perbankan Rusia lainnya.

Melansir dari Associated Press melalui Tribunnews.com, Rabu (2/3/2022), pihak bank menyampaikan bahwa anak usahanya di Eropa menghadapi situasi abnormal.

Hal itu terjadi karena nasabah menarik dananya secara massal dan keamanan para pekerja serta kantor cabang terancam.

Kendati demikian, pihak bank tidak menyampaikan detil lebih lanjut.

Sberbank cabang Austria saat ini dalam kondisi nyaris bangkrut karena adanya penarikan uang besar-besaran.

Sementara cabang di kroasia dan Slovenia, kepemilikan Sberbank dialihkan ke pihak lainnya oleh otoritas Uni Eropa.

Sberbank
Sberbank

Baca: Invasi Rusia-Ukraina, Pasukan Terjun Payung Mendarat di Kharkiv, Serangan Bertubi-tubi di 3 Penjuru

Single Resolution Board (SRB) Uni Eropa melakukan hal tersebut sebagai langkah restrukturisasi Sberbank yang hampir menjadi bank gagal.

Dengan demikian, Sberbank cabang Austria merupakan bank pertama yang menjadi korban sanksi ekonomi untuk Rusia, lantaran telah menginvasi Ukraina.

SRB sebelumnya juga telah membatasi banyak aktivitas bank BUMN Rusia tersebut.

Pihaknya juga memutuskan untuk mengalihkan seluruh saham Sberbank cabang Kroasia ke pihak Hrvatska PoŇ°tanska Banka, Selasa (1/3/2022).

Adapun saham Sberbank cabang Slovenia, dialihkan ke Nova Ljubljanska Banka.

"SRB juga memutuskan tidak perlu ada resolusi dengan induk usaha Sberbank Europe AG. Prosedur kebangkrutan akan dijalankan sesuai hukum Austria. Simpanan nasabah sampai dengan 100.000 euro akan dilindungi sesuai sistem penjaminan di Austria," tulis pihak SRB dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Financial Times.

Diketahui, Sberbank pertama kali mendirikan anak usahanya di Eropa pada 2013, usai mengakuisisi bank asal Austria, Volksbanks International.

Saat ini, Sberbank Eropa memiliki lebih daro 800.000 nasabah ritel, serta korporat di Eropa Tengah dan Eropa Timur.

Ilustrasi saham
Ilustrasi saham (Kontan/Yusuf Santoso)

Baca: Invasi Rusia Berlanjut, Joe Biden: Putin Tidak Paham Apa yang Bakal Terjadi

Kemudian, Sberbank Eropa juga memiliki hampir 4.000 pegawai dan total aset Sberbank Eropa sebesar 13 miliar euro.

Mengutip dari corporatefinanceinstitute.com, karena mendapat pasokan modal besar dengan status bank pemerintah, Sberbank menjadi bank terbesar di Rusia.

Selain itu, aset Sberbank Rusia juga merupakan yang terbesar di antara bank lainnya, yakni sebanyak 358,8 juta dollar AS.

Berkantor pusat di Moskow, Sberbank Rusia berdiri sejak 1841.

Bank tersebut mengelola 11 bank regional di Rusia, 79 cabang bank regional, dan 14.162 cabang. Bank ini hadir di 22 negara dan melayani total 145,6 juta nasabah.

Baca: Perusahaan AS Ramai-Ramai Jatuhkan Sanksi kepada Rusia, dari Apple hingga Google

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)

Baca selengkapnya terkait dampak perang Rusia vs Ukraina di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved