TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan tidak ada bukti bahwa Ukraina memiliki program senjata biologis, Jumat (11/3/2022).
Pernyataan ini muncul setelah Rusia menuding negara bekas Uni Soviet itu punya senjata tersebut.
Selain itu, ketika memberikan pernyataan pada sidang Dewan Keamanan PBB, Rusia juga tidak bisa memberikan bukti.
Menurut Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, tudingan itu justru bisa digunakan oleh Rusia sebagai dalih untuk melancarakan senjata kimia dan biologisnya sendiri.
Dilansir dari Reuters, (12/3/2022), Perwakilan Tinggi PBB untuk Urusan Pelucutan Senjata, Izumi Nakamitsu, mengatakan PBB tidak mengetahui adanya program itu di Ukraina.
Lagi pula Ukraina juga bergabung dengan sekitar 180 negara lainnya yang melarang penggunaan senjata biologis.
Kendati demikian, berdasarkan perjanjian tahun 2005 lalu, AS telah membantu sejumlah laboratorium kesehatan masyarakat di Ukraina.
Bantuan itu bertujuan meningkatkan keamanan patogen berbahaya dan teknologi yang digunakan dalam laboratorium.
Baca: AS dan Inggris Khawatir Rusia Bakal Gunakan Senjata Kimia di Ukraina
Pada hari Kamis lalu WHO juga telah meminta Ukraina untuk menyingkirkan patogen berbahaya di laboratorium untuk mencegahnya menyebar di antara masyarakat.
Dubes AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, menuduh Rusia sering membuat klaim palsu tentang negara lain.
"Rusia punya jejak menyampaikan tudingan palsu terhadap negara-negara lain tentang kekerasan yang dilakukan sendiri oleh Rusia," kata Thomas-Greenfield.
"Kamu benar-benar khawatir akan kemungkinan rencana Rusia menggunakan senjata kimia atau biologis terhadap warga Ukraina."
Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki pada Rabu lalu juga membantah bahwa AS membantu program senjata biologis Ukraina.
"Kini Rusia telah membuat klaim palsu ini, dan Cina tampaknya mendukung propaganda ini, kami semua harus mewaspadai kemungkinan Rusia menggunakan senjata kimia atau biologis di Ukraina, atau membuat dalih palsu untuk menggunakannya," kata Psaki melalui akun Twitter dikutip dari The Guardian.
Baca: AS Khawatir Rusia Bakal Rebut Bahan Penelitian Biologis di Ukraina untuk Membuat Senjata Biologis
Pada hari yang sama Juru Bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova mengatakan Rusia punya bukti bahwa AS membantu program senjata biologis di Ukraina.
Menurutnya, senjata biologis itu antara lain pes, kolera, dan antraks.
AS dan Ukraina membantah klaim ini. Psaki bahkan mengatakannya sebagai tudingan yang tidak masuk akal.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia menuduh para nasionalis Ukraina sedang melakukan "provokasi" senjata kimia di sebuah desa di barat laut Kharkiv.
Menurut Rusia, tujuan para nasionalis itu adalah membuat Rusia dituding menggunakan senjata kimia.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Perang Iran-Irak Dimulai, Senjata Kimia Digunakan secara Besar-besaran
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang konflik Ukraina-Rusia di sini