Hari Ini dalam Sejarah: Perang Iran-Irak Dimulai, Senjata Kimia Digunakan secara Besar-besaran

Berlangsung selama delapan tahun, Perang Iran-Irak menewaskan setidaknya setengah juta jiwa


zoom-inlihat foto
tentara-iran.jpg
Wikimedia Commons
Tentara Iran menggunakan masker gas untuk melindunginya dari senjata kimia

Berlangsung selama delapan tahun, Perang Iran-Irak menewaskan setidaknya setengah juta jiwa




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perang Iran-Irak dimulai setelah Irak menyerbu Iran pada 22 September 1980, tepat 40 tahun silam.

Berlangsung selama delapan tahun, Perang Iran-Irak menewaskan setidaknya setengah juta jiwa.

Pada perang ini, serangan rudal balistik dilakukan tanpa pandang bulu dan senjata kimia juga dipergunakan secara besar-besaran.

Selain itu, ada juga "Perang Tanker" yang turut mengancam kapal tanker miliki negara ketiga di Teluk Persia.

Perang ini berakhir pada 20 Juli 1980 setelah Iran menerima kesepakatan genjatan senjata yang ditengahi PBB.

Total kerusakan akibat Perang Iran-Irak diperkirakan mencapai US$400 juta, mayoritas adalah infrastruktur perminyakan.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Monumen Arkeologi Stonehenge Terjual Seharga 6.600 Pound di Pelelangan

Kapal frigate Iran terbakar setelah terkena rudal AS
Kapal frigate Iran terbakar setelah terkena rudal AS (Wikimedia Commons/Service Depicted: Navy)

  • Konteks dan asal-usul #


Perang Iran-Irak berakar dari sengketa politik dan wilayah antara Irak dan Iran.

Irak ingin menguasai ladang minyak Khuzestan di perbatasan dengan Iran.

Presiden Irak Saddam Husein juga hendak menegaskan kedaulatan negaranya atas kedua tepi Shatt al-Arab, sungai yang secara historis menjadi perbatasan kedua negara itu.

Selain itu, Saddam khawatir terhadap tindakan pemerintah revolusioner Iran yang memicu pemberontakan di antara Syiah di Irak.

Irak juga ingin memanfaatkan keadaan Iran yang belum stabil karena masih dalam suasana revolusi.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ferdinand Magellan Berlayar dari Spanyol untuk Mencari Jalur Laut ke Maluku

  • Perang dimulai #


Perang Iran-Irak resmi dimulai ketika Irak menginvasi Iran pada 22 Septembr 21980

Irak melakukan serangan udara terhadap Angkatan Udara Iran, kemudian diikuti serbuan darat oleh enam divisi Angkatan Darat Irak di Provinsi Khuzestan.

Dalam menghadapi invasi, Garda Revolusi Iran mendapat bantuan 200.000 "sukarelawan Islam".

Namun, sepanjang tahun 1981, perang mengalami kebuntuan.

Setahun kemudian, Iran berhasil melakukan serangan balik terhadap Iran.

Karena Iran menyerukan monarki di Timur Tengah untuk diakhiri, Kuwait dan Arab Saudi mulai membantu Irak dengan mengiriminya miliaran dolar.

Irak sempat meminta gencatan senjata pada 20 Juni 1982, tetapi Iran menolak.

Iran ganti menyerbu Iran pada 13 Juli 1982 dan menuju Kota Basea.

Pasukan Saddam mengerahkan senjata kimia untuk memukul balik Iran.

AS, Soviet, dan Prancis juga membantu Irak, sedangkan China, Korea Utara, dan Libya membantu Iran.

Iran melakukan lima serangan besar sepanjang tahun 1983.

Saddam menanggapinya dengan mengirim rudal ke kota-kota di Iran.

"Perang Tanker" dimulai pada musim panas 1984 ketika Irak menyerang kapal minyak Iran di Teluk Persia.

Iran membalasnya dengan menyerang tanker milik Irak dan sekutu Arabnya.

Perang tanker berakhir pada tahun 1987 setelah AS dan Soviet menawarkan pengawalan tanker minyak agar kapal negara ketiga tidak menjadi target Irak dan Iran.

Selama tahun 1985-1987, kedua negara saling bertukar serangan, tetapi tidak ada yang mendapat kesuksesan besar.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Teror Amerithrax Dimulai, Surat Berisi Bakteri Anthrax Membuat Panik Amerika

  • Gencatan senjata #


Karena banyak korban jiwa berjatuhan, Iran mempertimbangkan menerima tawaran perdamaian.

Pada 20 Juli 1988, Iran mengumumkan akan menerima gencatan senjata yang ditengahi oleh PBB.

Status geopolitik Iran dan Irak kembali seperti sebelum perang dimulai.[4]

Sekitar setengah juta tentara Iran dan Irak tewas dalam perang selama delapan tahun ini.

Jumlah korban sipil diperkirakan juga sama, dan lebih banyak lagi yang terluka.

Perang ini juga diperbandingkan dengan Perang Dunia I dalam hal taktik yang digunakan.

Saat konflik terjadi, Dewan Keamanan PBB mengatakan senjata kimia digunakan dalam perang.

Namun, PBB tidak menyatakan bahwa hanya Irak saja yang menggunakan senjata kimia.

Dewan Keamanan PBB juga tidak menyatak Irak sebagai agressor sampai 11 Desember 1991, 12 tahun setelah Irak menginvansi Iran.[5]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ilmuwan Belanda Antonie van Leeuwenhoek Melaporkan Keberadaan Bakteri

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Perang Iran-Irak dimulai
Pada 22 September 1980
   


ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved