McDonald's, Starbucks, dan Coca-Cola Menutup Semua Gerainya di Rusia

Untuk mengungkapkan keprihatinannya atas invasi di Ukraina, McDonald's dan Starbucks memutuskan menutup semua gerainya di Rusia


zoom-inlihat foto
mcdonalds-31211.jpg
Bustle.com
Ilustrasi restoran McDonald's


TRIBUNNEWSWIKI.COM - McDonald's dan Starbucks memutuskan menutup semua gerainya di Rusia setelah negara yang dipimpin Vladimir Putin itu nekat menginvasi Ukraina.

"McDonald's telah memutuskan menutup semua restorannya di Rusia untuk sementara dan menghentikan semua operasionalnya di pasar," kata CEO McDonald's Chris Kempczinski, Selasa (8/3/2022), dikutip dari CNN.

Tahun lalu dilaporkan ada sebanyak 847 gerai McDonald's yang beroperasi di Rusia.

Mayoritas gerai McDonald's di Rusia dioperasikan langsung oleh perusahaan itu sendiri, bukan waralaba.

Dilansir dari CNN, gerai-gerai tersebut dilaporkan menyumbang 9 persen dari pendapatan perusahaan itu tahun lalu.

Di Rusia McDonald's mempekerjakan sekitar 62.000 orang dan melayani jutaan pelanggan setiap hari.

Namun, kini McDonald's mengaku tidak bisa mengabaikan tindakan kejam Rusia di Ukraina.

"Kami tidak bisa mengabaikan penderitaan manusia di Ukraina yang sebenarnya tidak perlu terjadi," kata Kempczinski.

Baca: Warga Rusia Mulai Rasakan Dampak Hujan Sanksi: Harga Melonjak hingga Susah Tarik Uang

Baca: Sanksi Ekonomi Karena Menginvasi Ukraina, Bank Terbesar Rusia di Eropa Terancam Bangkrut

Sementara itu, Starbucks pada hari Selasa juga mengatakan akan menghentikan seluruh operasinya di Rusia.

CEO Starbucks Kevin Johnson mengatakan, "Mitra kami telah sepakat untuk segera menangguhkan operasi gerai dan akan memberikan bantuan kepada hampir 2.000 karyawan di Rusia yang menggantungkan hidupnya pada Starbucks."

Logo Starbucks
Logo Starbucks (The Drum)

Johnson juga menyebut Starbucks menangguhkan pengiriman semua produk Starbucks ke Rusia.

"Kami mengutuk serangan mengerikan terhadap Ukraina yang dilakukan oleh Rusia, dan nurani kami bersama mereka yang terdampak," kata dia.

Coca-Cola, Pepsi, Danone

Coca-Cola tak mau ketinggalan. Perusahaan minuman bersoda itu juga menghentikan bisnisnya di Rusia.

"Hati kami bersama orang-orang yang mengalami dampak besar akibat peristiwa tragis di Ukraina," demikian pernyataan Coca-Cola.

Coca-Cola mengatakan akan terus memantau perkembangan situasi.

Baca: Perusahaan AS Ramai-Ramai Jatuhkan Sanksi kepada Rusia, dari Apple hingga Google

Berbeda dengan Coca-Cola, Pepsi menempuh jalan lain dalam mengungkapkan keprihatinannya atas invasi Rusia.

CEO Pepsi Ramon Laguarta mengatakan Pepsi menarik sejumlah produknya dari Rusia.

"Mengingat peristiwa mengerikan yang sedang terjadi di Ukraina, kami mengumumkan menghentikan penjualan Pepsi-Cola, dan merek minuman global kami di Rusia, termasuk 7Up dan Mirinda," kata Laguarta.

Selain itu, Pepsi juga menghentikan investasi modal, iklan, dan aktivitas promosi di Rusia.

Minuman Coca-Cola
Minuman Coca-Cola (Tribunnews.com)




Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved