TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah Provinsi Quebec di Kanada berencana mengenakan pajak pada warga yang menolak divaksin.
Namun, pajak ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang tidak bersedia divaksin karena alasan yang tidak terkait dengan kesehatan.
Quebec tengah dilanda gelombang baru Covid-19. Provinsi itu melaporkan 62 kasus kematian akibat Covid-19 pada hari Selasa, (10/1/2022).
Total kematian akibat Covid-19 di Quebec mencapai 12.028 dan menjadi yang tertinggi di semua provinsi di Kanada.
Pajak itu disebutkan sebagai "iuran kesehatan".
"Iuran kesehatan akan dikenakan pada semua orang dewasa yang tidak bersedia divaksin," kata Perdana Menteri Quebec Francois Legault dikutip dari The Guardian, (12/1/2022),
"Mereka yang menolak divaksin akan membebani staf rumah sakit dan warga Quebec. Sebanyak 10 persen warga tidak boleh membebani 90 persen lainnya," katanya.
Baca: Kontak Erat Pasien Varian Omicron, Ini yang Harus Dilakukan
Baca: Dilanda Varian Omicron, Australia Laporkan Setengah Juta Kasus Covid-19 dalam Sepekan
Rencana itu muncul setelah pejabat senior bidang kesehatan di provinsi itu, Horacio Arruda, tiba-tiba mengundurkan diri di tengah keluhan terhadap pemberlakukan karantina, kapasitas rumah sakit, dan lamanya pemberian vaksin dosis penguat atau booster.
Quebec hingga saat ini baru memberikan vaksin dosis penguat kepada warga berusia 40 tahun dan di atasnya.
Padahal, provinsi-provinsi lainnya telah menggenjot vaksinasi dosis penguat untuk mencegah penyebaran varian Omicron.
Arruda kehilangan dukungan karena sejumlah kebijakan yang diberlakukannya di Quebec.
Salah satunya lantaran dia mengizinkan petugas di panti jompo berpindah-pindah antarpanti selama gelombang pertama Covid-19.
Keputusan itu menyebabkan virus menyebar tanpa bisa terdeteksi dan menyebabkan ribuan kematian, banyak di antaranya adalah lansia.
Baca: WHO: Infeksi akibat Omicron Mungkin Tidak Parah, tetapi Tidak Masuk Kategori Ringan
Baca: Fakta Kasus Omicron di Indonesia, Mayoritas Sudah Divaksinasi Lengkap
Baru-baru ini dia diprotes karena mengatakan masker N95 tidak dibutuhkan oleh guru dan tenaga medis.
Dewan Keamanan Pekerja di Quebec menyanggah ucapan Arruda dan meminta tenaga medis tetap diberi masker yang lebih baik.
Kini Quebec kembali menjadi salah satu provinsi di Kanada yang paling terdampak Covid-19.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Covid-19 di sini