TRIBUNNEWSWIKI.COM - Di banyak negara, infeksi akibat virus corona varian Omicron dilaporkan tidak separah infeksi yang disebabkan varian Delta.
Kendati demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan infeksi itu tidak masuk dalam kategori ringan, Kamis (6/1/2022).
Seorang pejabat WHO, Janet Diaz, menyebut studi awal menunjukkan risiko rawat inap akibat Omicron lebih rendah daripada Delta.
Selain itu, pada kalangan muda dan kalangan yang lebih tua, risiko yang berkurang.
Dilansir dari Reuters, (7/1/2022), anggapan itu juga didukung oleh data hasil penelitian di Afrika Selatan dan Inggris.
Namun, Diaz tidak merinci detail lebih lanjut mengenai penelitian itu, misalnya tentang rentang umur objek penelitian.
Baca: Sundance Film Festival Batalkan Acara Tatap Muka karena Kasus Omicron Melonjak di Amerika Serikat
Sementara itu, dampak infeksi Omicron pada kalangan yang sudah tua atau lansia belum terjawab.
Ini karena kasus varian baru itu kebanyakan terjadi pada kalangan yang lebih muda.
"Meski [infeksi] Omicron tampaknya kurang parah jika dibandingkan dengan Delta, terutama bagi mereka yang telah divansi, tidak berarti bahwa infeksi itu bisa dikategorikan ringan," kata Dirjen WHO Tedros Ghebreyesus di Jenewa, Swiss, Kamis (6/11/2022).
"Sama seperti varian-varian sebelumnya, Omicron membuat orang menjalani rawat inap dan membunuh orang."
Tsunami Covid-19
Sebelumnya, Tedros sempat mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya potensi "tsunami" varian Omicron dan Delta secara bersamaan.
Varian Omicron tengah menyebar di seluruh dunia dengan laju yang jauh lebih cepat daripada varian sebelumnya.
Baca: WHO Khawatirkan Tsunami Varian Omicron dan Delta, Bisa Buat Faskes Tumbang
Terdeteksi pertama kali di kawasan Afrika Selatan, Omicron kini telah menjadi varian dominan di Amerika Serikat (AS) dan sebagian negara Eropa.
Berdasarkan data awal, Omicron terlihat kurang ganas dibandingkan dengan Delta.
Kendati demikian, WHO mengatakan masih terlalu dini untuk menyimbulkan bahwa infeksi akibat Omicron lebih ringan.
Diwartakan oleh Associated Press, (30/12/2021), dalam laporan minggu ini, WHO bahkan mengatakan "risiko keseluruhan" yang terkait dengan Omicron "masih sangat tinggi".
"Saya sangat khawatir bahwa Omicron, yang lebih mudah menular dan menyebar pada saat yang bersamaan dengan delta, sedang menyebabkan tsunami kasus," kata Tedros melalui konferensi daring, dikutip dari Associated Press.
Tedros mengatakan "tsunami" itu akan membuat tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan (faskes) makin kewalahan karena sebelumnya sudah terbebani.
Bahkan, faskes bisa tumbang jika dihantam oleh lonjakan kasus dua varian tersebut.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang Omicron di sini