CDC: Vaksin Pfizer Kebanyakan Hanya Sebabkan Efek Samping Ringan pada Anak

Sudah ada sebanyak 8,7 juta dosis vaksin Pfizer yang disuntikkan kepada anak-anak di AS.


zoom-inlihat foto
obat-antibodi-covid-003.jpg
STEPHANE DE SAKUTIN / AFP
Seorang pekerja menunjukkan botol vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) di Amerika Serikat (AS) mengatakan vaksin Pfizer-BioNTech kebanyakan hanya menyebabkan efek samping ringan pada anak.

Menurut data yang diterbitkan oleh CDC hari Kamis, (30/12/2021), beberapa anak umur 5—11 tahun yang telah menerima vaksin dosis kedua merasakan sakit pada bagian tubuh tempat penyuntikan.

Selain itu, ada laporan efek samping ringan berupa kelelahan dan pusing.

CDC juga menerima laporan 11 kasus miokarditis atau peradangan jantung pada anak yang telah divaksin.

Dari jumlah itu, sebanyak 7 anak telah pulih, sedangkan sisanya masih menjalani pemulihan.

Dikutip dari Reuters, (31/12/2012), miokarditis adalah efek samping vaksin mRNA yang jarang terjadi.

Sementara itu, Sistem Pelaporan Efek Samping Vaksin (VAERS) di AS telah menerima sebanyak 4.249 laporan efek samping.

Sebanyak 97 persen di antaranya bukan efek samping serius atau berat.

Baca: Kembali Pecahkan Rekor, Kasus Harian Covid-19 di AS Tembus Angka 265.000

Seorang pria bermasker berjalan melewati markas perusahaan vaksin, Pfizer Inc., di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (22 Juli 2020).
Seorang pria bermasker berjalan melewati markas perusahaan vaksin, Pfizer Inc., di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (22 Juli 2020). (JEENAH MOON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

CDC menyebut sudah ada sebanyak 8,7 juta dosis vaksin Pfizer yang disuntikkan kepada anak-anak.

Pfizer telah mendapat izin penggunaan untuk anak-anak umur 5—15 pada bulan Oktober lalu.

Hingga kini Pfizer juga menjadi satu-satunya vaksin yang diizinkan untuk anak di AS dengan kelompok umur 5—15 tahun.

Kasus Covid-19 di AS pecahkan rekor

Kasus harian Covid-19 di AS kembali mencetak rekor.

Negara Paman Sam melaporkan lebih dari 265.000 kasus baru pada Rabu, (29/12/2021).

Angka ini adalah yang tertinggi di AS selama pandemi. Rekor sebelumnya adalah 250.000 kasus per hari pada pertengahan Januari lalu.

Lonjakan kasus Covid-19 ini disebabkan oleh varian Omicron yang sangat menular.

Baca: WHO Khawatirkan Tsunami Varian Omicron dan Delta, Bisa Buat Faskes Tumbang

Omicron membuat perayaan Natal dan tahun baru di AS terganggu, bahkan ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan.

Menurut data CDC, jumlah warga AS yang dirawat inap kini mencapai sekitar 60.000 orang.

Jumlah ini masih sekitar separuh dari jumlah rawat inap pada bulan Januari lalu.

Angka rawat inap yang jauh lebih rendah ini mungkin disebabkan perlindungan yang diberikan oleh vaksin.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved