Kembali Pecahkan Rekor, Kasus Harian Covid-19 di AS Tembus Angka 265.000

Rekor sebelumnya adalah 250.000 kasus per hari pada pertengahan Januari lalu.


zoom-inlihat foto
Ilustrasi-varian-Omicron-2.jpg
Kompas/Akbar Bhayu
Ilustrasi varian Omicron


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus harian Covid-19 di Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor.

Negara Paman Sam melaporkan lebih dari 265.000 kasus baru pada Rabu, (29/12/2021).

Angka ini adalah yang tertinggi di AS selama pandemi. Rekor sebelumnya adalah 250.000 kasus per hari pada pertengahan Januari lalu.

Lonjakan kasus Covid-19 ini disebabkan oleh varian Omicron yang sangat menular.

Omicron membuat perayaan Natal dan tahun baru di AS terganggu, bahkan ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan.

Kendati demikian, pakar penyakit menular AS, Dr. Anthony Fauci, mengatakan masyarakat tidak perlu mambatalkan acara berkumpul dalam skala kecil bagi mereka yang telah divaksin.

Dr. Fauci menyarankan agar perayaan Natal tahun ini tidak dilakukan secara besar-besaran.

"Jika Anda berencana pergi ke pesta malam Natal yang dihadiri 40-50 orang dengan semua lonceng dan peluit dan setiap orang berpelukan dan berciuman dan mengucapkan selamat tahun baru satu sama lain, saya sangat tidak merekomendasikannya dilakukan tahun ini," kata Dr. Fauci dikutip dari Associated Press, (30/12/2021).

Baca: Epidemiolog Ingatkan Omicron dan Delta Bisa Lahirkan Varian Rekombinan Baru Berbahaya

Baca: Kasus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia Bertambah 21, Total Menjadi 68

Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529).
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). (SHUTTERSTOCK/natatravel)

Ancaman Omicron dan keinginan untuk menghabiskan liburan dengan orang terdekat membuat banyak warga AS melakukan tes Covid-19.

Menurut data CDC, jumlah warga AS yang dirawat inap kini mencapai sekitar 60.000 orang.

Jumlah ini masih sekitar separuh dari jumlah rawat inap pada bulan Januari lalu.

Angka rawat inap yang jauh lebih rendah ini mungkin disebabkan perlindungan yang diberikan oleh vaksin.

Baca: Studi: Orang yang Pernah Terinfeksi Varian Omicron Akan Lebih Kebal terhadap Delta

Hal itu mungkin juga disebabkan oleh Omicron yang tidak seganas varian-varian sebelumnya.

Namun, ada kenaikan angka kematian akibat Covid-19 selama dua pekan terakhir.

Angka kematian naik menjadi 1.500 per hari dari yang sebelumnya hanya 1.200 per hari.

Data CDC menunjukkan bahwa angka rawat inap pada orang yang belum divaksin jauh lebih tinggi daripada orang yang sudah divaksin.

"Jika kita mampu menangani gelombang ini dengan sedikit gangguan terhadap sistem kesehatan secara keseluruhan, inilah waktu ketika vaksin benar-benar menunjukkan manfaatnya," kata Bob Bednarczyk, seorang epidemiolog di Universitas Emory.

Diperkirakan angka rawat inap tidak akan melonjak seperti pada puncak gelombang Covid-19 sebelumnya.

Baca: Kemenkes Siapkan Tes PCR Baru, Diklaim Mampu Deteksi Varian Omicron dalam 4 Jam

(Tribunnewswiki)

Baca berita lainnya tentang Covid-19 di sini

 





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved