Tak Hanya Perkosa Belasan Santriwati, Herry Wirawan Juga Paksa para Korban Jadi Kuli Bangunan

Setelah memperkosa para santriwati, Herry Wirawan masih menyuruh para korban untuk menjadi kuli bangunan guna membangun gedung pondok pesantren.


zoom-inlihat foto
Herry-Wirawan.jpg
Istimewa via Tribun Jabar
Herry Wirawan, guru pesantren di Bandung yang memerkosa 12 santriwatinya hingga melahirkan 8 bayi.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aksi pemerkosaan terhadap belasan santriwati yang dilakukan oleh guru ngaji di Kota Bandung, Herry Wirawan, ternyata tak berhenti di situ saja.

Setelah memperkosa para santriwati, Herry Wirawan masih menyuruh para korban untuk menjadi kuli bangunan guna membangun gedung pondok pesantren yang diurusnya di kawasan Cibiru, Kota Bandung.

Herry mengeksploitasi mereka secara fisik dan ekonomi.

Perempuan-perempuan di bawah umur itu dipaksa bekerja layaknya kuli bangunan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berdasarkan pemantauannya dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Kota Bandung, Jawa Barat sejak 17 November sampai 7 Desember 2021.

"Para korban dipaksa dan dipekerjakan sebagai kuli bangunan saat membangun gedung pesantren di daerah Cibiru," kata Wakil Ketua LPSK Livia Iskandar, Jumat (10/12/2021), seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: Geger Kasus Pemerkosaan 12 Santriwati, Menag Bakal Investigasi ke Semua Madrasah dan Pesantren

Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan (Newindianexpress.com)

Pihaknya, lanjut Livia, mendorong Polda Jawa Barat dapat mengungkap dugaan penyalahgunaan tersebut.

LPSK sampai saat ini telah memberikan perlindungan kepada 29 orang, 12 orang di antaranya anak di bawah umur.

Adapun mereka terdiri atas pelapor, saksi, dan korban yang memberikan keterangan dalam persidangan dugaan tindak pidana persetubuhan dengan terdakwa Herry Wirawan.

"Dari 12 orang anak di bawah umur, 7 di antaranya telah melahirkan anak pelaku," ungkap Livia.

Baca: Herry Wirawan, Guru Ngaji di Bandung yang Cabuli 12 Santriwati Sejak 2016, Terancam 20 Tahun Penjara

Herry Wiryawan saat ini harus berurusan dengan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbutannya tersebut.

Dia saat ini sedang dalam proses persidangan.

Persidangan kasus itu masih beragendakan pemeriksaan saksi-saksi.

Untuk dakwaan primairnya, Herry didakwa melanggar Pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 atau ayat 2 jo Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sedang dakwaan subsider, melanggar Pasal 81 ayat (2), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

"Terdakwa diancam pidana sesuai Pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak, ancamannya pidana 15 tahun tapi perlu digarisbawahi ada pemberatan, karena dia sebagai tenaga pendidik sehingga hukumannya menjadi 20 tahun," kata Plt Aspidum Kejati Jawa Barat, Riyono pada Rabu (8/12/2021) lalu.

Baca: Korban Pemerkosaan Guru Pesantren di Bandung Alami Trauma Berat, Menjerit saat Dengar Suara Pelaku

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini







KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved