Satu Orang Meninggal akibat Lava Pijar Erupsi Gunung Semeru

Seorang wanita yang dikenal sebagai Mbok Um (50) menjadi korban tewas erupsi Gunung Semeru.


zoom-inlihat foto
Gunung-Semeru-meletus-lagi.jpg
Surya.co.id
Gunung Semeru meletus lagi pada Sabtu (4/12/2021).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang janda yang dikenal sebagai Mbok Um (50) dilaporkan meninggal akibat letusan Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur.

Mbok Um diduga meninggal karena terkena lava pijar gunung tersebut ketika akan menyelamatkan diri.

Warga Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, itu ditemukan tergeletak di jalan yang berada di desanya.

Dikutip dari Tribunnews, ketika Mbok Um ditemukan oleh tim penyelamat, dia mengalami luka lepuh pada seluruh tubuhnya,

Amin, saudara Mbok Um, mengatakan saudaranya itu kemungkinan ingin lari ketika erupsi terjadi. Namun, Mbok Um tidak kuat berlari,

Menurut Amin, Semeru meletus sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelum erupsi terjadi, langit tampak cerah.

Namun, kata dia, kemudian terjadi dua sambaran petir di Puncak Jonggring Saloko.

Baca: Puluhan Warga Dilaporkan Alami Luka Bakar akibat Letusan Gunung Semeru

Baca: Erupsi Gunung Semeru, Daerah Sekitar Curah Kobokan Lumajang Gelap, Warga Diungsikan

Tangkapan layar video awan panas guguran (APG) yang keluar dari Gunung Semeru, Jawa Timur
Tangkapan layar video awan panas guguran (APG) yang keluar dari Gunung Semeru, Jawa Timur (KOMPAS.COM/Tangkapan layar video yang beredar)

"Jeda 3 menitan itu angin kencang, batu-batu turun dari gunung kena atap rumah. Terus gelap lalu tiba-tiba lava pijar sudah sampai ke pemukiman," kata Amin menjelaskan.

Warga panik dan berhamburan menyelamatkan ketika lava sampai ke pemukiman.

Sejumlah warga dilaporkan menghilang. Salah satunya adalah anak Mbok Um.

Kondisi itu membuat warga panik. Mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sampai sekarang pun cukup banyak laporan warga hilang, termasuk anak semata wayang Mbok Um.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui keberadaan anak Mbok Um.

Puluhan warga alami luka bakar

Puluhan warga juga dilaporkan mengalami luka bakar akibat semburan awan panas guguran Semeru.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Joko Sambang, mengatakan ada 11 warga yang harus dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Baca: BREAKING NEWS : Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Guguran Awan Panas ke Besuk Kobokan

"Korban terbakar total 35 orang, yang dirujuk ke rumah sakit 11 orang," ujar Joko Sambang, Sabtu (4/12/2021) malam, dikutip dari Kompas.com.

Korban erupsi Gunung Semeru terlihat berlumur lumpur.
Korban erupsi Gunung Semeru terlihat berlumur lumpur. (Tribun Jatim)

Berdasarkan laporan Joko, warga yang mengalami luka bakar kondisinya bermacam-macam.

Ada warga hanya mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh. Namun, ada pula yang lukanya di seluruh tubuh.

Menurut Joko, para korban ini tidak memprediksi munculnya aliran awan panas guguran dari Semeru.

Oleh karena itu, mereka tidak mengevakuasi diri dari aliran sungai yang menjadi tempat awan panas guguran meluncur.

Baca: Gunung Semeru

Baca: Video Viral Mobil Terseret Lahar Dingin Gunung Semeru, Awalnya Nekat Parkir di Bibir Sungai





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved