"Kebetulan saat ada hujan, ada banjir, masyarakat mesti melihat aliran air seperti itu. Seperti apa debit airnya. Itu rutin sudah masyarakat. Kan rumahnya di sana. Tidak tahunya juga ada APG (awan panas guguran), sehingga semburat," kata Joko.
Meski demikian, Joko mengatakan hawa panasnya tidak separah biasanya lantaran saat itu turun hujan.
Jika tidak ada hujan, kata dia, mungkin akan lebih parah.
Kepala BPBD Jawa Timur Budi Santosa menyebut ada sejumlah desa yang terdampak semburan awan panas.
Desa-desa tersebut adalah Desa Sumber Wulu, Sumber Mujur, Penanggal, Candipuro dan Sumber Rejo, di Kecamatan Candipuro.
Kemudian ada Desa Supiturang, Sumber Urip, dan Oro Oro Ombo yang berada di Kecamatan Pronojiwo.
"Desa terdampak dari bencana alam ini agak luas ya, ada dua kecamatan semoga tidak merembet kemana-mana lagi," kata Budi Santosa dikutip dari Kompas.com.
(Tribunnewswiki)
Baca berita lainnya tentang letusan Gunung Semeru di sini