Polymerase Chain Reaction (PCR)

Polymerase Chain Reaction (PCR) ialah sebuah metode yang digunakan untuk mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan guna mengetahui apakah pasien terinfeksi COVID-19 atau tidak.


zoom-inlihat foto
Petugas-medis-melakukan-tes-swab-PCR.jpg
Tribunnews/Herudin
ILUSTRASI - Tes Polymerase Chain Reaction (PCR)

Polymerase Chain Reaction (PCR) ialah sebuah metode yang digunakan untuk mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan guna mengetahui apakah pasien terinfeksi COVID-19 atau tidak.




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui pasien terinfeksi COVID-19 atau tidak.

Tes PCR memiliki sebutan lain, yaitu tes virus, tes molekuler, tes amplifikasi asam nukleat atau nucleic acid amplification test (NAAT), rapid test polymerase chain reaction (RT-PCR).

Metode tes PCR menggunakan sampel berupa cairan pernapasan atau lendir dari hidung dan tenggorokan.

Saat pengambil sampel tersebut, biasanya menggunakan alat menyerupai cotton bud panjang.

Setelah sampel diambil, cairan tersebut akan dimasukkan ke dalam wadah steril dan disegel, lalu dikirim ke laboratorium.

Saat berada di laboratorium, sampel itu akan diesktraksi atau mengisolasi materi genetik dari sampel yang sebelumnya diambil.

Ilustrasi pengambilan sampel saat tes PCR
Ilustrasi pengambilan sampel saat tes PCR ((KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Baca: Covid-19 Varian Alpha

Baca: Virus Corona Varian Delta Plus

  • Akurasi


Sampel yang sudah diesktraski akan dimasukkan ke mesin PCR guna diproses termal, dipanaskan, dan didinginkan secara terkontrol.

Hal itu bertujuan untuk mengubah RNA menjadi DNA.

Lalu, sebagian kecil materi genetik virus SARS-CoV-2 tersebut diperbanyak sampai menghasilkan jutaan salinan DNA.

Pada proses tersebut, DNA akan diikat oleh bahan kimia khusus.

DNA akan mengeluarkan cahaya fluoresen apabila terdapat virus SARS-CoV-2 dalam sampel.

Sehingga, tes PCR memiliki akurasi yang tinggi.

ILUSTRASI - Tes PCR
ILUSTRASI - Tes PCR (INDRANIL MUKHERJEE / AFP)

Baca: Vaksin AstraZeneca

Baca: Vaksin Pfizer

Metode tersebut juga menggunakan standar terbaik dan direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

  • Perbedaan


Ada beberapa metode atau tes yang dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi dari COVID-19, di antaranya ialah tes PCR dan swab antigen.

Meski hampir mirip, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Metode tes swab antigen menggunakan sampel cairan yang diambil dari hidung atau bagian tenggorokan di belakang hidung dengan alat berupa cotton bud panjang.

Sampel tersebut kemudian ditempatkan dilarutan khusus untuk melihat ada atau tidaknya virus corona.

Akurasi dari tes swab antigen tergolong cukup tinggi, namun terkadang masih ada hasil tes negatif palsu jika kadar Covid-19 di dalam tubuh rendah.

Untuk memastikan infeksi virus corona, pasien dapat melakukan tes PCR setelah melakuka tes swab antigen.

Hal itu bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. (1)

  • Harga


Umumnya tes PCR dipatok dengan harga sekitar Rp 900.000.

Harga tersebut sesuai dengan aturan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Tarif tersebut sudah mencakup keseluruhan tes PCR hingga hasilnya keluar. (2)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal COVID-19 di sini



Nama Polymerase Chain Reaction (PCR)
Fungsi Metode untuk mengetahui terinfeksi COVID-19
   


Sumber :


1. www.kompas.com
2. ciputrahospital.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved