Covid-19 Varian Alpha

Covid-19 Varian Alpha merupakan varian virus yang awalnya terdekteksi di Inggris dan dapat menular lebih cepat daripada virus awal yang terdeteksi di China


zoom-inlihat foto
ilustrasi-virus-corona-covid-19.jpg
Shutterstock
Ilustrasi virus Covid-19 varian Alpha

Covid-19 Varian Alpha merupakan varian virus yang awalnya terdekteksi di Inggris dan dapat menular lebih cepat daripada virus awal yang terdeteksi di China




  • Informasi awal #


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus Covid-19 varian Alpha merupakan varian yang awalnya terdeteksi di Inggris.

Varian Alpha memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan jenis virus awal yang terdeteksi di China.

Varian virus Covid-19 ini juga memiliki sekitar 30-70 persen lebih mematikan daripada virus lainnya.

Meski begitu, suatu penelitian menunjukkan jika vaksin AstraZeneca memiliki tingkat efektivitas sebesar 70,4 persen melawan gejala COVID-19 dari varian baru ini.

Untuk Pfizer, angkanya mencapai 89,5 persen yang terjadi paling tidak 14 hari setelah penerimaan dosis kedua. (1)

Ilustrasi varian Alpha
Ilustrasi varian Alpha (The Scotsman)

Baca: Vaksin Gotong Royong

  • Perbedaan #


Varian Alpha memiliki perbedaan dari varian lainnya, seperti Beta dan Delta.

Berikut perbedaan antara varian Alpha, Beta, dan Delta:

1. Varian Alpha

Barial Alpha atau B.1.1.7 pertama kali di temukan di London dan beberapa bagian Inggris.

Varian ini juga diperkirakan lebih menular daripada varian sebelumnya.

Menurut data, varian ini mengalami mutasi pada reseptor binding domain (RBD) protein spike pada posisi 501, dimana asam amino asparagine (N) telah diganti dengan tirosin (Y).

Karena itu, mutasi virus ini juga disebyt N501Y.

Varian ini juga dianggap lebih menular daripada virus Corona yang pertama kali ditemukan.

Namun, belum ada bukti jika virus corona varian Alpha ini memicu gejala yang berbeda daripada virus Corona yang pertama kali ditemukan.

2. Varian Beta

Varian beta atau B.1.351 pertama kali pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal Oktober.

Varian Beta dianggap lebih mudah menginfeksi orang-orang berusia muda.

Varian ini juga membawa mutasi yang disebut E484K, yang membantu virus menghindari sistem kekebalan seseorang.

Kabar burunya lagi, vaksin tidak bekerja dengan baik untuk melawannya, khususnya vaksin AstraZeneca.

ILUSTRASI - virus Covid-19 varian Alpha
ILUSTRASI - virus Covid-19 varian Alpha (pixabay.com)

Baca: Covid-19 Varian Delta

3. Varian Delta

Varian Delta atau B.1.617.2 i pertama kali terdeteksi pada bulan Oktober di India.

Varian ini juga lebih mudah menular dan mampu menghindari respons imun tubuh. Bahkan, vaksin pun dianggap tiak efektif melawan varian ini.

Varian delta juga diprediksi segera menjadi virus yang paling dominan di dunia dan menyebabkan wabah cepat di negara-negara tanpa tingkat vaksinasi yang tinggi.

Varian virus ini bisa memicu sakit parah dalam 3 atau 4 hari setelah terinfeksi.

Gejala yang ditimbulkan dari varian ini antara lain:

- sakit kepala

- sakit tenggorokan

- pilek

- batuk

- sesak napas

- sakit kepala

- kelelahan

- kehilangan indera perasa atau penciuman

  • Gejala #


Virus Covid-19 varian Alpha memiliki gejala-gejala berikut ini:

- Batuk terus-menerus

- Sakit dada

- Demam

- Kehilangan indera rasa dan bau

- Sakit kepala

- Kelelahan

- Nyeri otot Diare

- Kebingungan

- Ruam kulit (2)

(TribunnewsWiki.com/Puan)

Baca lengkap soal varian Delta di sini

 



Nama Varian Alpha
Gejala Kehilangan indera perasa dan bau, sakit kepala, kelelahan, demam, dan lain-lain
   


Sumber :


1. www.halodoc.com
2. health.kompas.com


BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved