Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca ialah vaksin yang dapat mencegah penyakit COVID-19 terlebih untuk varian Delta


zoom-inlihat foto
Vaksin-AstraZenecaflickr.jpg
flickr
Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca ialah vaksin yang dapat mencegah penyakit COVID-19 terlebih untuk varian Delta




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Vaksin AstraZeneca atau AZD1222 merupakan vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah COVID-19.

Vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama antara Universitas Oxford dan AstraZeneca yang sudah dikembangkan sejak bulan Februari 2020.

Vaksin AstraZeneca ini telah menjalani uji klinis di beberapa negara, yakni Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil.

Vaksin jenis ini memiliki efek perlindungan terhadap COVID-19 mencapai 63,03 persen.

Vaksin AstraZeneca berasal dari virus hasil rekayasa genetika atau viral vector.

Vaksin AstraZeneca bekerja dengan menstimulasi tubuh untuk membentuk antibodi yang berfungsi melawan infeksi virus SARS-Cov-2.

Kantor perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional Inggris-Swedia AstraZeneca PLC di Macclesfield, Cheshire, Inggris.
Kantor perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional Inggris-Swedia AstraZeneca PLC di Macclesfield, Cheshire, Inggris. (Paul ELLIS / AFP)

Baca: Covid-19 Varian Delta

  • Klasifikasi


Golongan: Obat resep

Kategori: Vaksin COVID-19

Fungsi: Mencegah COVID-19

Digunakan oleh: Dewasa usia di atas 18 tahun

Bentuk obat: Suntik

Pengecualian: Vaksin AstraZeneca tidak dianjurkan bagi ibu menyusui (1)

  • Perbedaan


Vaksin yang digunakan untuk mencegah COVID-19 tidak hanya AstraZeneca, namun ada pula Sinovac dan Sinopharm.

Ketiganya memiliki perbedaan dan ciri masing-masing.

Berikut perbedaan antara ketiganya:

Dalam foto file ini diambil pada tanggal 09 Maret 2021, seorang pekerja medis memegang botol vaksin AstraZeneca / Oxford Inggris-Swedia selama kampanye vaksinasi di Museum Nasional Sains dan Teknologi Leonardo Da Vinci, yang saat ini menjadi tuan rumah acara anti virus. Kampanye vaksinasi -Covid dengan Multimedica di Milan. - Denmark, Norwegia, dan Islandia pada 11 Maret 2021 untuk sementara menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena kekhawatiran tentang pasien yang mengalami pembekuan darah pasca tusukan, karena produsen dan pengawas obat-obatan Eropa bersikeras bahwa vaksin itu aman. Denmark pertama kali mengumumkan penangguhannya,
Dalam foto file ini diambil pada tanggal 09 Maret 2021, seorang pekerja medis memegang botol vaksin AstraZeneca / Oxford Inggris-Swedia selama kampanye vaksinasi di Museum Nasional Sains dan Teknologi Leonardo Da Vinci, yang saat ini menjadi tuan rumah acara anti virus. Kampanye vaksinasi -Covid dengan Multimedica di Milan. - Denmark, Norwegia, dan Islandia pada 11 Maret 2021 untuk sementara menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca karena kekhawatiran tentang pasien yang mengalami pembekuan darah pasca tusukan, karena produsen dan pengawas obat-obatan Eropa bersikeras bahwa vaksin itu aman. Denmark pertama kali mengumumkan penangguhannya, "menyusul laporan kasus serius pembekuan darah" di antara orang-orang yang telah menerima vaksin itu, Otoritas Kesehatan negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan. (Miguel MEDINA / AFP)

Baca: Covid-19 Varian Alpha

1. Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca adalah salah satu vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan vaksin asal Inggris bersama ilmuwan di University of Oxford.

Vaksin Covid-19 ini berbasis vaksin vektor adenovirus simpanse.

Artinya, pengembang vaksin mengambil virus yang biasanya menginfeksi simpanse, dan dimodifikasi secara genetik untuk menghidari kemungkinan infeksi parah terhadap manusia.

Komite Vaksin memperkirakan dari tiga minggu hingga 9-12 minggu setelah penyuntikan pertama, vaksin dapat mencegah sekitar 70 persen kasus penyakit serius.

2. Vaksin Sinovac

Vaksin Covid-19 buatan perusahaan biteknologi asal China, Sinovac ini dikembangkan dengan teknologi vaksin, inactivated virus atau virus utuh dari SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, yang sudah dimatikan.

Metode inactivated virus bukanlah teknologi baru dalam pengembangan vaksin.
Sebab, ini metode ini juga sering digunakan dalam pengembangan vaksin lain seperti polio dan flu.

Sementara itu, efikasi atau kemanjuran vaksin Sinovac yang disebut CoronaVac, berdasarkan uji klinis fase 3 di Indonesia menunjukkan efikasi vaksin Covid-19 ini sebesar 65,3 persen.

3. Vaksin Sinophram

Vaksin corona yang dikembangkan Beijing BioInstitute Biological Product ini adalah salah satu jenis vaksin yang akan digunakan dalam program Vaksin Gotong Royong di Indonesia, bersama vaksin Moderna asal Amerika Serikat.

Vaksin ini menggunakan metode inactivated virus atau virus yang dimatikan untuk memicu respons kekebalan sehingga mencegah keparahan terhadap infeksi penyakit.

Efikasi vaksin Sinopharm dari hasil uji klinik di Uni Emirat Arab menunjukkan kemanjuran hingga 78 persen, pada sekitar 42.000 relawan.

Adapun efek samping vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam program Vaksin Gotong Royong di Indonesia, menujukkan reaksi ringan, seperti bengkak, kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otot, batuk dan lain sebagainya. (2)

  • Dosis & Jadwal


Penyuntikan vaksin AstraZeneca dilakukan oleh dokter.

Dosis dalam sekali suntik ialah 0,5 ml.

Penyuntikan vaksin dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 4–12 minggu. Vaksin ini akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular/IM).

Jika sebelumnya Anda pernah terkena COVID-19, vaksin AstraZeneca dapat diberikan setidaknya 6 bulan setelah Anda sembuh.

Jika anda baru saja menerima terapi plasma konvalesen, vaksinasi harus ditunda hingga minimal 90 hari setelah terapi.

  • Cara Penyuntikan


Penyuntikan vaksin AstraZeneca dilakukan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Sebelum menjalani vaksinasi, kondisi tubuh anda akan di cek terlebih dahulu oleh petugas medis.

Pengecekana meliputi, tinggi badan, berat badan, alergi, sakit bawaan, hingga tekanan darah.

Area kulit yang akan disuntikkan vaksin akan dibersihkan dengan alkohol swab sebelum dan sesudah penyuntikan.

Alat suntik sekali pakai yang sudah digunakan akan dibuang ke dalam safety box tanpa menutup kembali jarumnya.

  • Efek Samping


Berikut efek samping yang ditimbulkan setelah melakukan vaksin AstraZeneca:

- Demam

- Nyeri

- Muntah

- Menggigil

- Flu

- Lelah

- Sakit kepala

- Nyeri otot (3)

(TribunnewsWiki.com/Puan)

Baca lengkap soal COVID-19 di sini

 



Nama Vaksin AstraZeneca
Bentuk obat Suntik
Fungsi Mnecegah COVID-19
   


Sumber :


1. www.alodokter.com
2. www.kompas.com
3. www.alodokter.com








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved