Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nasi boran merupakan salah satu kuliner khas Lamongan, Jawa Timur.
Nasi boran atau sego boranan kerap dijajakan saat pagi hari sebagai sarapan. Namun, tidak jarang pula yang menjajakan saat malam hari.
Kata boran berasal dari tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu yang digendong dengan selendang di punggung sang penjual.
Pada masa lalu, boran digunakan oleh perempuan untuk mengirim bekal ke sawah atau untuk membawa barang.
Karena itulah kuliner yang dijual dikenal dengan nasi boranan atau sego boranan.
Dalam satu porsi nasi boran, terdapat nasi, bumbu, rempeyek, dan berbagai jenis lauk pauk yang bisa dipilih oleh pembeli.
Lauk yang disediakan seperti daging ayam, jeroan, sate uritan (bakal calon telur ayam), ikan bandeng, telur dadar, telur asin, tahu, tempe hingga ikan sili yang harganya lebih mahal dibandingkan lauk lain.
Sementara bumbu yang ditambahkan dalam seporsi nasi boranan terdiri dari rempah-rempah yang sudah dihaluskan.
Adanya tambahan empuk, pletuk dan ikan sili membuat nasi boran berbeda dengan nasi lainnya.
Empuk sendiri terbuat dari tepung terigu yang dibumbui lalu digoreng.
Sedangkan pletuk adalah nasi yang dikeringkan atau kacang yang dibumbui lalu digoreng. Nama pletuk diambil dari bunyi saat makanan itu dikunyah.
Kemudian, ada urapan parutan kelapa dan sambal, setelah itu dilumuri bumbu kuah khas yang pedas.
Memasaknya dilakukan secara unik, bukan dikukus melainkan dibiarkan mentah.
Namun sambal urapan sayur dipanaskan dengan kreweng, semacam tanah liat bentuk persegi dan dibakar sehingga menghasilkan asap, dan itu justru menimbulkan aroma yang cukup sedap. (1)
Baca: Nasi Serpang
Asal-usul #
Nasi boranan diketahui muncul sekitar tahun 1945 hingga 1950-an. Kala itu nasi boranan hanya dibuat untuk upacara desa atau hajatan.
Kemudian nasi boranan berkembang dan dijajakan secara turun temurun. Pada umumnya, penjual nasi boranan adalah anak dari penjual nasi boranan sebelumnya.
Bahkan tradisi berjualanan nasi boranan berlangsung hingga generasi ketiga hingga keempat.
Awalnya para penjual berjalan kaki menjajakan nasi dan lauk pauk serta peralatan dagangan yang digendong. Mereka berjualan antar desa dan berhenti di teras-teras rumah warga.
Namun sekitar tahun 1980-an sejak adanya Perumnas Made, penjual nasi baronan mulai mangkal di satu tempat dengan berjajar karena alasan tenaga dan usia.
Sebagian besar penjual ada warga Dusun Kaotan atau Dusun Sawu yang letaknya dengan dekat dengan perumahan tersebut. Dua dusun terbut masuk kawasan Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.
Disebutkan mayoritas Dusun Kaotan tak berkarakter perantau seperti orang Lamongan pada umumnya yang berjualan soto maupun tahu campur di kota-kota besar baik di Jawa atau pun luar Jawa.
Hal tersebut yang membuat nasi baronan banyak ditemukan di Lamongan dan jumlah penjualnya terus bertambah.
Untuk mengapresiasi penjual nasi boranan, lahirlah Tari Boran yang digarap tahun 2006 untuk mengikuti Festival Karya Tari Jawa Timur di Taman Krida Budaya Malang pada 28 Juli 2006.
Tari tersebut, menggambarkkan kehidupan para penjual nasi boran yang tengah menjajakan dagangannya di Kabupaten Lamongan.
Dalam tarian boran, digambarkan kesabaran, semangat serta ketagguhan para penjual nasi boran terkait menghadapi ketatnya persaingan serta tantangan hidup untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
Bahkan pada 14 Agustus 2007, Tari Boran maju ke tingkat nasional dalam cara Parade Tari Nusantara 2007 di TMII Jakarta dan berhasil membawa Piala Bergilir Ibu Tien Soeharto untuk ketiga kalinya.
Hingga saat ini nasi boran tetap bertahan dan menjadi identitas diri masyarakat Kabupaten Lamongan. (1)
Baca: Nasi Timbel
Bahan-bahan #
Untuk membuat nasi boran diperlukan bahan-bahan sebagai berikut.
Sesuai selera ayam
Sesuai selera bandeng
Sesuai selera tahu
Sesuai selera tempe,goreng
Sesuai selera udang
Bumbu
15 siung bawang merah
5 siung bawang putih
2 butir kemiri
10 buah cabe merah besar
10 buah cabe rawit (optional)
1 sdt terasi
1 cm lengkuas
1/2 butir kelapa parut
10 batang daun bawang
Bumbu untuk ungkep ayam
5 siung bawang putih
3 cm jahe
6 cm kunyit
2 sdt garam
1 sdm ketumbar
Bahan empuk
1 sdt ragi
100 ml air hangat
1 sdt gula pasir
2 cup tepung terigu
1 sdt garam (secukupnya)
2 siung bawang putih, haluskan
300 ml air
1 sdt baking powder
Pelengkap
rempeyek
Urap sayuran (2)
Baca: Nasi Kacang Merah
Cara Membuat #
Berikut ini langkah-langkah untuk membuat nasi boran khas Lamongan.
1. Pertama, rebus terlebih dahulu ayam dengan 2 liter air dan bumbu ungkepan ayam yang telah dihaluskan, rebus hingga ayam empuk.
2. Kemudian, sangrai kelapa parut hingga menjadi serundeng, lalu sisihkan.
3. Rebus cabai hingga layu, lalu tiriskan.
4. Tumis bawang merah, bawang putih, kemiri hingga layu dan kecoklatan, blender dengan cabe, kelapa, terasi tambahkan sedikit air, blender hingga halus, masukkan ke dalam air rebusan ayam.
5. Masukkan tempe, udang, rebus hingga bumbu meresap dan air berkurang, masukkan bandeng dan tahu yang telah digoreng biarkan hingga bumbu meresap.
6. Potong daun bawang sekitar 2 cm, goreng hingga kecoklatan, tuang beserta minyaknya ke dalam bumbu.
8. Untuk membuat empuk, campur ragi dengan 100 ml air hangat dan 1 sdt gula pasir, biarkan sekitar 5 menit hingga berbuih campur tepung, ragi, baking powder, air, garam, bawang putih aduk hingga rata (tekstur kurang lebih seperti gambar), biarkan hingga mengembang 2 kalinya (sekitar 1-2 jam).
9. Bentuk bulat dengan bantuan 2 sendok (seperti membuat bakso), kemudian goreng hingga kuning kecoklatan.
10. Sajikan lauk dan bumbu nasi boran dengan nasi dan pelengkapnya. (2)
Baca: Nasi Tepeng
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)
| Nama Makanan | Nasi boran (sego boranan) |
|---|
| Isi Satu Porsi | Nasi, bumbu, rempeyek,urapan, jeroan, ikan sili, dll |
|---|
| Asal | Lamongan, Jawa Timur |
|---|