Kronologi Penemuan 35 Kg Bahan Peledak Mother of Satan di Gunung Ciremai, Dibocorkan eks Napiter JAD

Ledakan tersebut memicu dentuman dahsyat yang terdengar hingga 10 km. Bahkan juga menyebabkan longsor di titik peledakan. 


zoom-inlihat foto
ilustrasi-densus-88.jpg
PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA
Ilustrasi Densus 88


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Polisi menemukan persembunyian 35 kilogram (kg) bahan peledak di kaki Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat pada Jumat (1/10/2021) lalu.

Lokasi penemuan bahan peledak tersebut tepatnya di Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.

Sebanyak 5 kg bahan peledak jenis Triaceton Triperoxide Aseton Peroksida (TATP) di antaranya diledakkan di kaki Gunung Ciremai pada Selasa (5/10/2021).

Ledakan tersebut memicu dentuman dahsyat yang terdengar hingga 10 km.

Bahkan juga menyebabkan longsor di titik peledakan. 

Lantaran daya ledaknya yang dahsyat tersebut, Triaceton Triperoxide Aseton Peroksida (TATP) mendapat julukan "Mother of Satan". 

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan bagaimana polisi bisa menemukan persembunyian 35 kg bahan peledak berbahaya tersebut.

Ia menerangkan, ternyata pembocor lokasinya adalah pemiliknya sendiri, yakni Imam Mulyana (31). 

Puluhan kilogram TATP itu ditemukan dalam wadah terpisah di sekitar lokasi.

"Densus 88 Polri menemukan 35 kilogram TATP di TKP," kata Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/10/2021).

Ilustrasi terorisme
Ilustrasi terorisme (Shutterstock)

Imam adalah narapidana teroris Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap 2017 lalu.

Namun, baru Oktober 2021 ini, Imam mengakui dirinya pernah menyimpan bahan baku peledak seberat 35 kg yang disembunyikan di Gunung Ciremai.

Pengakuan Imam itu terlontar setelah ia mengucap ikrar untuk sumpah setia ke NKRI dan Pancasila.

Baca: Eks Pimpinan MIT di Poso Lepas Baiat, Ucap Ikrar Setia kepada NKRI

Baca: Jamaah Ansharut Daulah (JAD)

Untuk diketahui, Imam ditangkap pada 18 September 2017 saat Presiden Joko Widodo akan menghadiri acara penutupan kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX Tahun 2017 di Taman Gua Sunyaragi, Cirebon, Jawa Barat.

Imam ditangkap karena gerak-geriknya terlihat mencurigakan.

Dari hasil penyelidikan, Imam diketahui terkait dengan jaringan JAD (Jemaah Ansharut Daulah). 

Dirinya berniat untuk merampas senjata anggota polisi yang berjaga mengamankan kedatangan Presiden sekaligus melukainya.

Dampak Ledakan

Sementara itu, saat peledakka polisi mengajak sejumlah warga untuk jadi saksi, salah satunya Parman (46).

Dirinya mengungkapkan, dari 35 kg temuan bahan peledak "mother of satan" itu, hanya diledakkan 5 kg. 





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved