Informasi #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merupakan kelompok teroris yang berafiliasi dengan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).
JAD didirikan pada November 2015 dalam sebuah pertemuan di Batu, Malang, Jawa Timur.
Salah satu pencetus JAD adalah Aman Abdurrahman yang saat itu berada di Nusakambangan.
Dari dalam penjara, Aman Abdurrahman menyarankan kepada jamaah yang saat itu datang menjenguk agar mereka membentuk sebuah organisasi yang mewadahi para pendukung Daulah atau Khilafah Islamiyah atau ISIS dari Suriah.
Wadah ini kemudian dinamakan Jamah Ansharut Daulah (JAD) yang bermakna jamaah pendukung daulah.
Kemudian, Aman Aburrahman menunjuk Marwan sebagai pimpinan pusat JAD dan Zainal Anshori sebagai pimpinan JAD wilayah Jawa Timur.
JAD dibentuk dengan beberapa tujuan, yakni sebagai wadah menyatukan para pendukung ISIS di Indonesia yang berasal dari berbagai organisasi Islam.
Lalu mempersiapkan kaum muslimin Indonesia untuk menyambut kedatangan Khilafah Islamiyah, menyatukan pemahaman dan manhaj dari para pendukung Anshar Daulah, serta mempersiapkan orang-orang yang hendak pergi berjihad. (1)
Perekrutan Anggota JAD #
Jalur agama menjadi media penyebaran ideologi yang dilakukan JAD untuk merekrut anggota.
Metode yang digunakan di lapangan dinamakan sebagai penjejalan dakwah.
Proses cuci otak ini bahkan bisa dijalankan melalui aplikasi Android, eBook dan perangkat digital lainnya.
Doktrin yang mereka gunakan adalah Takfiri, yakni sebuah penanaman pemahaman bahwa segala sesuatu yang bukan berasal dari Tuhan adalah haram.
Pelakunya pun langsung divonis sebagai kafir yang halal untuk diperangi.
Bagi mereka yang baru bergabung dengan JAD, hal pertama yang akan diterima adalah membuat bom secara otodidak melalui kursus online.
Pelatihan ini diajarkan oleh Bahrun Naim melalui training singkat lewat internet.
Baca: Polisi Masih dalami Kaitan Pelaku Penusukan Wiranto yang Diduga Terpapar Radikalisme dengan JAD
Baca: Dua Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto Diduga Terpapar Radikalisme
Dalam komunikasi dan pendanaan, pentolan organisasi tersebut melakukannya lewat sosial media dan transfer antar bank.
Rata-rata anggota JAD telah memiliki keahlian membuat bom secara mandiri dengan berbagai macam bahan dan dukungan finansial.
Aksi yang dilakukan oleh JAD juga selalu mudah dikenali lewat jenis bahan dan bom yang dibuat.
Seperti panci, gunting, mur, tinner pembersih kuku dan peledak BATP yang lazim digunakan oleh ISIS. (2)
Struktur Organisasi JAD #
JAD tidak memiliki struktur keanggotaan yang jelas karena relasi hubungan antara simpatisan dan anggota formal JAD juga tidak jelas.
Anggota JAD bahkan bisa melakukan aksi secara mandiri tanpa harus meminta izin kepada pimpinan pusat.
Selain itu, para simpatisan JAD juga bisa membentuk kelompok sempalan baru untuk menghindar dari proses hukum.
Hal ini tentunya berbeda dengan JI (Jemaah Islamiyah) yang lebih mengedepankan keputusan kolektif.
JAD menjadi jaringan teroris yang sangat diwaspadai di Indonesia.
Pada 2017, kelompok ini bahkan telah diakui sebagai organisasi teroris oleh Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat.
JAD memiliki beberapa satuan operasional yang terbagi menjadi regional, cabang dan sel. (3)
JAD disebut-sebut berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).
JAT merupakan pecahan dari kelompok Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pimpinan Abu Bakar Baasyir. (4)
Peristiwa yang Dikaitkan dengan JAD #
Berikut sederet aksi serangan bom yang diyakini melibatkan JAD:
1. Serangan bom di Jl MH Thamrin pada Kamis (14/1/2016).
2. Serangan bom Molotov di Samarinda yang terjadi di Gereja Oikumene Sengkotek Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016).
3. Bom bunuh diri di Mapolres Surakarta pada Selasa (5/7/2016).
4. Ledakan di Bandung yang terjadi di sebuah rumah kontrakan di Kampung Kubang Beureum RT 7 RW 11 Kelurahan Sekejati, Bandung, Sabtu (8/7/2017).
5. Bom gereja di Surabaya. (5)
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)
| Nama | Jamaah Ansharut Daulah (JAD) |
|---|
Sumber :
1. news.detik.com
2. www.boombastis.com
3. theconversation.com
4. www.republika.co.id
5. aceh.tribunnews.com