Azis Syamsuddin Dikabarkan juga Menyuap Penyidik KPK Soal Kasus Penanganan Perkara

Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK terkait kasus suap penanganan perkara


zoom-inlihat foto
KPK-resmi-menahan-Azis-Syamsuddin-terkait-kasus-dugaan-korupsi-2592021.jpg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021) dini hari. KPK resmi menahan Azis Syamsuddin terkait kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Belum lama ini mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin resmi menyandang status tersangka lantaran terbukti melakukan kasus suap.

Bahkan, Azis juga kedapatan menyiap penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) bernama Stephanus Robin Pattuju.

Lantaran itulah, Stephanus resmi dipecat dari KPK dan berstatus sebagai tersangka kasus suap penganganan perkara.

Azis Syamsuddin menjadi tersangka kasus korupsi pemberian hadiah guna menangani perkara di Kabupaten Lampung Tengah.

Selain itu, kasus suap penanganan perkara itu juga disebut-sebut melibatkan kader Partai Golkar yang bernama Aliza Gunado.

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/9/2021) sekitar pukul 19.53 WIB.
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/9/2021) sekitar pukul 19.53 WIB. (Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama)

Baca: Azis Syamsuddin

Baca: Pengamat Politik Hendri Satrio Sebut Golkar Harus Perhatikan Integritas Pengganti Azis Syamsuddin

Namun, hal itu masih diselidiki lebih jauh oleh KPK.

“Pada sekitar Agustus 2020, AZ (Azis Syamsuddin) menghubungi SRP (Stepanus Robin) dan meminta tolong mengurus kasus yang melibatkan AZ dan AG (Aliza Gunado) yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK,” jelas Ketua KPK Firli Bahuri, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (25/9/2021).

Firli Bahuri menambahkan Stephanus Robin Pattuju bertugas untuk menghubungi Maskur Husain yakni kuasa hukum yang turut mengawal serta mengurus penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah itu.

Lalu, Maskur meminta kepada Azis dan Aliza untuk masing-masing menyiapkan uang sebesar Rp 2 miliar.

Selain itu, Stephanus Robin pun menyampaikan langsung permintaan Maskur tersebut kepada Azis.

Azis Syamsuddin menyetujui permintaan Maskur itu.

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin mengenakan rompi tahanan dihadirkan saat konferensi pers penahanan terhadap dirinya di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021) dini hari. KPK resmi menahan Azis Syamsuddin terkait kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.
Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin mengenakan rompi tahanan dihadirkan saat konferensi pers penahanan terhadap dirinya di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021) dini hari. KPK resmi menahan Azis Syamsuddin terkait kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Baca: Simpang Siur Sederet Nama Pengganti Azis Syamsuddin, Mulai dari Adies Kadir Hingga Nurul Arifin

Baca: Resmi Jadi Tersangka Kasus Suap, Azis Syamsuddin Mengundurkan Diri sebagai Wakil Ketua DPR RI

“Setelah itu MH (Maskur Husain) diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp 300 juta kepada AZ,” imbuhnya.

Azis Syamsuddin memberikan uang itu dengan cara mentransfer ke nomor rekening atas nama Maskur.

“Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, AZ dengan menggunakan rekening bank atas nama pribadinya diduga mengirimkan uang sejumlah Rp 200 juta ke rekening bank MH secara bertahap,” paparnya.

Tak hanya sampai situ saja, di bulan Agustus 2020, Robin menyambangi Azis Syamsuddin guna meminta uang tambahan.

Kali ini, Azis memberikan sejumlah uang dalam bentuk mata uang asing, yakni sebesar 140.500 Dollar Singapura (Rp 1,48 miliar), 100.000 Dollar AS atau Rp 1,42 miliar, dan 17.600 Dollar Singapura (Rp 185 juta).

“Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp 4 Miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp 3,1 Miliar,” pungkas Firli.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca selengkapnya soal Azis Syamsuddin di sini

 











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved