Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur, KPK Sita Uang Rp 225 Juta

KPK menyita uang Rp225 juta saat OTT terhadap Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur bersama lima orang lainnya.


zoom-inlihat foto
KPK-sita-uang-Rp225-juta.jpg
Capture YouTube KPK RI
Barang bukti uang dari hasil operasi tangkap tangan oleh KPK terhadap Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp225 juta saat operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur bersama lima orang lainnya.

Dari OTT itu, KPK menangkap Bupati Andi Merya Nur, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Anzarullah, suami bupati, Mujeri Dachri dan tiga ajudan bupati bernama Andi Yustika, Novriandi dan Muawiyah.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menjelaskan terkait kronologi OTT yang dilakukan KPK di Kolaka Timur pada Selasa (21/9/2021) malam.

"Tim KPK menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang diduga telah disiapkan dan akan diberikan oleh Anzarullah," kata Ghufron, dikutip TribunnewsWiki dari kanal YouTube KPK RI, Kamis (23/9/2021).

Setelah menerima informasi tersebut, Tim KPK selanjutnya bergerak mengikuti Anzarullah yang telah menyiapkan uang sebesar Rp225 Juta.

Dalam komunikasi percakapan yang dipantau oleh KPK, Anzarullah menghubungi ajudan bupati Andi Merya untuk meminta waktu bertemu dengan sang bupati di rumah dinas jabatan Bupati.

"Saudara Anzarullah kemudian bertemu langsung dengan Andi merya di rumah dinas bupati dengan membawa sejumlah uang Rp225 juta untuk diserahkan langsung kepada saudari AMN (Andi Merya)," ujar Ghufron.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengungkapkan kasus OTT Bupati Kolaka Timur, Rabu (23/9/2021).
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengungkapkan kasus OTT Bupati Kolaka Timur, Rabu (23/9/2021). (Capture YouTube KPK RI)

Baca: Baru 3 Bulan Dilantik, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur Terjaring OTT KPK

Namun, karena di tempat tersebut sedang ada pertemuan kedinasan sehingga Andi Merya menyampiakan agar uang dimaksud diserahkan oleh Anzarullah melalui ajudannya yang ada di rumah kediaman pribadi Andi Merya di Kendari.

Saat meninggalkan rumah jabatan rumah bupati tim KPK mengamankan Anzarullah, AMN dan pihak terkait lainnya serta sejumlah uang yaitu sebesar Rp225 juta.

"Semua pihak yang diamankan kemudian dibawa ke Polda Sultra untuk dilakukan permintaan keterangan dan selanjutnya dibawa ke Gednung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebuh lanjut," jelas Ghufron.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, KPK hanya menetapkan Andi Merya dan Anzarullah sebagai tersangka.

“KPK melakukan penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka AMN (Andi Merya Nur) dan AZR (Anzarullah),” kata Ghufron.

Ghufron berujar, untuk proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa menahan kepada kedua tersangka untuk 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 22 September 2021 sampai dengan 11 Oktober 2021 di Rutan KPK.

Andi Merya Nur ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, sedangkan Anzarullah ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

"Sebagai langkah antisipasi memenuhi protokol kesehatan Covid-19, maka tersangka akan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rutan masing-masing," kata Ghufron.

Dalam kontruksi perkara ini, Ghufron mengatakan bahwa pada Maret hingga Agustus 2021 menyusun dana hibah BNPB berupa dana rehabilitasi dan rekronstuksi atau sering diesbut dana RR, serta dana siap pakai atau (DSP).

Kemudian, awal September 2021, Andi Merya dan Anzarullah mengajukan proposal tersebut kepada BNPB pusat di Jakarta.

"Pemkab Kolaka Timur memperoleh dana hibah BNP yaitu hibah relokasi dan rekontruksi senilai Rp26,9 miliar dan dana hibah dana siap pakai senilai Rp12,1 miliar," kata Ghufron.

Anzarullah diduga meminta Andi Merya memberikan sejumlah proyek yang bersumber dari dana hibah itu kepada orang-orang kepercayaan Anzarullah.

Detik-detik Andi Merya Nur keluar dari ruang pemeriksaan Polda Sultra, akan diberangkatkan ke Gedung KPK Jakarta
Detik-detik Andi Merya Nur keluar dari ruang pemeriksaan Polda Sultra. (Fadli Aksar/TribunnewsSultra.com)

Baca: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Beberapa proyek itu di antaranya pekerjaan jembatan di Kecamatan Ueesi senilai Rp714 juta dan belanja jasa konsultasi perencanaan pembangunan 100 unit rumah di Kecamatan Uluiwol senilai Rp175 juta.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved