Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si.

Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si. adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 17 Juli 2020 mengemban amanat sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri.


zoom-inlihat foto
irjen-pol-napoleon-bonaparte-2.jpg
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol.

Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si. adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 17 Juli 2020 mengemban amanat sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri.




  • Informasi Pribadi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Irjen Napoleon Bonaparte merupakan seorang perwira tinggi polisi.

Dia lahir pada 26 November 1965 di Indonesia.

Irjen Napoleon juga merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988.

Dia menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri sejak 17 Juli 2020.

Sebelumnya di ajuga pernah mengemban tugas sebagai Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri pada 2017.(1)

Namun pada 14 Agustus 2020 dia ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi terkait penghapusan red notice di Interpol atas nama Djoko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra.

Dia resmi ditahan Bareskrim Polri pada 14 Oktober 2020.(2)

Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020).
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020). (Tribunnews / Igman Ibrahim)

  • Karier


Karirnya mulai moncer usai menjabat pertama kali sebagai Kapolres Ogan Komering Ulu Polda Sumatera Selatan pada 2006 silam.

Dua tahun setelahnya, karirnya melejit hingga menjabat sebagai wakil direktur Reskrim Polda Sumatera Selatan pada 2008.

Hanya setahun berselang, ia langsung didapuk sebagai direktur Reskrim Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2009.

Pada 2011, barulah Irjen Napoleon dipanggil untuk mulai berkarir di Mabes Polri.

Ia memulai menjabat sebagai Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Setahun setelahnya ia menjabat Kabagbinlat Korwas PPNS Bareskrim Polri pada 2012 dan menjabat sebagai Kabag Bindik Dit Akademik Akpol pada 2015.

Irjen Napoleon memulai karir sebagai bagian dari interpol pada 2016.

Pertama kali ia menjabat sebagai Kabagkonvinter Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri hingga menjadi ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri pada 2017.

Tiga tahun setelahnya, ia kemudian menjabat sebagai Kadiv Hubinter Polri menggantikan Irjen Pol (Purn) Saiful Maltha pada 3 Februari 2020.

Namun baru lima bulan menjabat, dia dimutasi karena diduga lalai mengawasi bawahannya hingga terbitnya penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Dia menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri terhitung sejak 17 Juli 2020.(2)

Baca: Irjen Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi Resmi Ditahan Bareskrim Polri Terkait Kasus Djoko Tjandra

  • Riwayat Jabatan


Kapolres Ogan Komering Ulu Polda Sumsel (2006) (3)

Wadir Reskrim Polda Sumsel (2008)

Dir Reskrim Polda DIY (2009)

Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri (2011)

Kabagbinlat Korwas PPNS Bareskrim Polri (2012)

Kabag Bindik Dit Akademik Akpol (2015)

Kabagkonvinter Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri (2016)

Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri (2017)

Kadiv Hubinter Polri (2020)

Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri (2020)

  • Kontroversi


Pada 14 Agustus 2020 Irjen Napoleon Bonaparte ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terkait penghapusan red notice di Interpol atas nama Djoko Tjandra.(4)

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutus menolak seluruh gugatan praperadilan mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

Sidang agenda pembacaan putusan digelar di PN Jaksel pada 6 Oktober 2020.

Sidang dimulai pukul 11.21 WIB, Napoleon selaku Pemohon tidak hadir.

Kehadirannya diwakili oleh tim hukumnya.

Hakim Ketua Suharno menilai Bareskrim Polri dalam penetapan tersangka terhadap Napoleon dalam perkara gratifikasi penghapusan red notice Djoko Tjandra dianggap sudah sesuai prosedur.

Pada 14 Oktober 2020 Irjen Napoleon bersama Tommy Sumardi resmi ditahan Bareskrim Polri.

Dalam kasus ini, ada empat tersangka yang ditetapkan oleh penyidik Bareskrim.

Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi berstatus sebagai tersangka dan diduga sebagai pemberi suap.

Sementara itu, Irjen Napoleon dan mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Prasetijo Utomo diduga menerima suap.

Tersangka Djoko Tjandra sekaligus merupakan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

(TribunnewsWiki.com/SO)



Nama Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si.
Dikenal sebagai Kadiv Hubinter Polri (Masa jabatan 3 Februari 2020 – 17 Juli 2020)
Lahir 26 November 1965, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Pendidikan Akademi Kepolisian (1988)
Pangkat Inspektur Jenderal Polisi
Masa dinas 1988—2020
Dinas/cabang Kepolisian Negara Republik Indonesia
Berita terkini Ditahan Bareskrim Polri terkait kasus dugaan suap Djoko Tjandra








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved