Terkuak Irjen Napoleon Bonaparte Masih Anggota Polri Aktif, Sidang Etik akan Segera Digelar

Kepala Divisi Propam Polri mengatakan bahwa Irjen Napoleon Bonaparte ternyata masih menjadi anggota aktif Polri.


zoom-inlihat foto
irjen-napoleon-bonaparte-23.jpg
Tribunnews / Igman Ibrahim
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020).


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Terpidana kasus gratifikasi penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte menjadi sorotan setelah menganiaya tersangka penistaan agama, Muhammad Kece.

Namun terkuak fakta bahwa Irjen Napoleon Bonaparte ternyata masih menjadi anggota aktif Polri.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo pada Senin (20/9/2021).

Ferdy mengatakan, sidang etik terhadap Napoleon digelar setelah kasus berkekuatan hukum tetap.

"Irjen NB statusnya masih anggota Polri aktif.

Komisi Kode Etik Polri sudah mempersiapkan sidang komisi etik terhadap Irjen NB setelah inkrah," kata Ferdy dalam keterangannya, Senin (20/9/2021) dikutip dari Kompas.com.

Baca: Penampakan Wajah Muhammad Kece Setelah Dipukul hingga Dilumuri Kotoran Manusia oleh Irjen Napoleon

Baca: Irjen. Pol. Drs. Napoleon Bonaparte, M.Si.

Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol.
Irjen Pol Napoleon Bonaparte saat menjabat Sekretaris NCB Interpol. (KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)

Ia menyatakan, Napoleon Bonaparte tengah mengajukan kasasi.

Karena itu, saat ini Napoleon masih berada di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Rutan tersebut juga tempat penahanan Muhammad Kece.

Terkait penganiayaan Napoleon terhadap Muhammad Kece, Divisi Propam telah memeriksa petugas jaga tahanan.

Pemeriksaan dilakukan karena etugas telah lalai sehingga terhadi penganiayaan di dalam rutan.

"Proses penyidikan telah dilakukan oleh Ditipidum dan Propam Polri juga telah memeriksa petugas jaga tahanan yang diduga tidak melaksanakan tugas dengan baik sehingga terjadi penganiayaan di dalam sel tahanan," ucapnya.

Baca: Deretan Fakta Terkini Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece oleh Napoleon Bonaparte

Baca: Tak Terima Agama Dihina, Irjen Napoleon Bonaparte Siap Tanggung Jawab atas Tindakannya pada Kece

Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020).
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2020). (Tribunnews / Igman Ibrahim)

Sementara itu, kuasa hukum Napoleon, Santrawan Paparang mengonfirmasi bahwa kliennya masih berada di Rutan Mabes Polri.

Ia menurutkan, Napoleon mengajukan upaya hukum kasasi atas putusan banding DKI Jakarta yang menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta, yaitu vonis4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Napoleon.

"Irjen Pol Napoleon pasti akan menempuh upaya kasasi terhadap putusan banding," katanya.

Di samping itu Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyebut pihak Muhammad Kece telah mendaftarkan laporan penganiayaan tersebut.

Laporan tersebut didaftarkan Muhammad Kece dengan nomor laporan polisi 0510/VIII/2021/BARESKRIM pada 26 Agustus 2021 lalu.

Baca: Tak Hanya Memukul, Irjen Napoleon Bonaparte Juga Lumuri Kotoran Manusia ke Muka Muhammad Kece

Baca: Terdakwa Kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte Lakukan Penganiayaan Terhadap Muhammad Kece

YouTuber Muhammad Kece
YouTuber Muhammad Kece (Captur YT MuhammadKece)

"Kasusnya adalah pelapor melaporkan bahwa dirinya telah mendapat penganiayaan dari orang yang saat ini jadi tahanan di Bareskrim Polri," kata Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/9/2021) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Lebih lanjut, Rusdi menuturkan pihaknya juga tengah mengumpulkan alat bukti yang memperkuat adanya kasus penganiayaan tersebut.

Nantinya, pihaknya juga akan segera melakukan gelar perkara.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved