Aparat Gabungan Masih Buru 4 DPO Teroris, Minta Mereka Segera Serahkan Diri

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyebut satgas gabungan TNI-Polri masih terus mengejar empat DPO yang tersisa.


zoom-inlihat foto
Baliho-DPO-Teroris-Poso.jpg
MANSUR K103-15
Baliho DPO Teroris Poso. atgas Operasi Madago Raya masih mengejar empat daftar pencarian orang (DPO) teroris kelompk Ali Kalora.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Satgas Operasi Madago Raya masih mengejar empat daftar pencarian orang (DPO) teroris kelompk Ali Kalora.

Keempat DPO tersebut ialah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan Pranata, dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyebut satgas gabungan TNI-Polri masih terus mengejar empat DPO yang tersisa.

Namun ia juga mengimbau empat orang DPO itu menyerahkan diri ke polisi.

Hal ini dikatakan Rudy, menyusul tewasnya pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora dan rekannya bernama Jaka Ramadhan tewas dalam kontak senjata antara kelompok teroris dan Satgas Madago Raya.

Baca: Ali Kalora Tewas, Polisi Pastikan Tak Ada Penggantinya dalam MIT

Baca: Ustaz di Tangerang Meninggal Dunia Ditembak Orang Tak Dikenal, Polisi Buru Pelaku

Baliho DPO Teroris Poso.
Baliho DPO Teroris Poso. (MANSUR K103-15)

Ia menyebut, setelah pimpinan MIT itu tewas, tidak ada lagi alasan sisa kelompoknya bertahan dalam pelarian.

Rudy menilai, penyerahan diri kepada aparat gabungan Satgas Ops Madago Raya merupakan jalan terbaik agar tidak ada lagi korban jiwa.

Terlebih langkah ini bertujuan agar Sulawesi Tengah aman dari aksi terorisme.

Ini dikatakannya dalam jumpa pers bersama media di Mapolres Parigi Moutong yang didampingi oleh para petinggi Satgas Madago Raya seperti Danrem 132 Tadulako Palu, Brigjen TNI Farid Makruf, pada Minggu (19/9/2021).

"Sekarang terisa empat orang lagi, saya berharap mereka mau menyerahkan diri secara baik-baik kepada Satgas.

Kalau tidak, kita tetap akan mengejar sampai tuntas, sehingga wilayah Sulteng bebas dari aksi teroris," ungkap Rudy dikutip dari Kompas.com.

Baca: Pimpinan Teroris Poso Ali Kalora Tewas Ditembak, Mahfud MD Minta Warga Tenang

Baca: Terungkap, Penganiaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim adalah Irjen Napoleon Bonaparte

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menjadi Komandan Satgas Madago Raya yang memimpin operasi perburuan kelompok teroris pimpinan Ali Kalora.
Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menjadi Komandan Satgas Madago Raya yang memimpin operasi perburuan kelompok teroris pimpinan Ali Kalora. (istimewa)

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan operasi pengejaran hingga tuntas.

"Semua upaya akan kita lakukan agar Sulawesi Tengah terbebas dari ancaman teroris, aksi mereka cukup meresahkan, kalau tidak menyerah, kami akan terus kejar sampai tuntas," tegas Rudy Sufahriadi.

Keempat DPO itu dipastikan masih bersembunyi di wilayah pegunungan Parigi dan Poso.

Sebelumnya, Satuan Tugas Madago Raya kembali terlibat baku tembak dengan anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur pada Sabtu petang (18/9/2021) sekitar pukul 18.15 WITA.

Kontak senjata ini menewaskan pimpinan MIT Ali Kalora dan rekannya bernama Jaka Ramadhan.

Baca: Mahfud MD: Pimpinan MIT Ali Kalora dan Anak Buahnya Ditembak Mati oleh Densus 88

Baca: Pemimpin Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur, Ali Kalora, Tewas Tertembak

Foto Anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur ( MIT) pimpinan Ali Kalora
Foto Anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur ( MIT) pimpinan Ali Kalora (Foto Istimewa via Tribun Palu)

Ali Kalora menjadi orang nomor satu dalam daftar pencarian orang.

Ia telah melakukan aksi teror terhadap warga sipil di Poso, Sulawesi Tengah.

Jaka Ramadhan selama ini merupakan pengawal dari Ali Kalora.

Jenazah Ali Kalora dan Jaka Ramadhan alias Ikrima tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Minggu dini hari sekitar pukul 04.00 WITA.

Jenazah selanjutnya diotopsi oleh pihak Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Kedua jenazah dibawa dengan pengawalan ketat setelah dievakuasi dari pegunungan di Desa Astina Jaya, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

"Jenazahnya sudah di RS Bhayangkara Polda Sulteng," ungkap Rudy Sufahriadi.

Simak berita lain mengenai Ali Kalora di sini

(Tribunnewswiki.com/Saradita, Kompas.com/Mansur)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Kecelakaan di Tol Cipularang, Truk

    Insiden kecelakaan terjadi di KM 91 Tol Cipularang,
  • Update Kasus Rachel Vennya, Polda

    Kodam Jaya selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad)
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved